Assalamu’alaikum Moskow

    0
    561

    Pesawat Utair berputar di langit. Lebih seratus lima puluh menit selepas take off dari bandara mahachkhala. Sekumpulan awan tebal menggelayutinya. Belum juga ada tanda pendaratan. Ruang kokpit masih sepi. seorang pramugari berjalan cepat membetot banyak mata ke arahnya. Beberapa saat kemudian terdengar suara merdu. “sebentar lagi pesawat akan mendarat…”.

    Hampir seperempat jam menunggu. Tidur bangun dan tidur lagi. Entah sudah berapa kali putaran. Ada rasa pening di seputar kepala. Memejam mata sambil baca doa menjadi pilihan. Pasrah. Semuanya telah dicatat oleh Yang Maha Kuasa. Bluk… tiba-tiba terdengar suara ban pesawat menyentuh landasan. Langit sudah gelap. Gigil angin dan rintik hujan mengiringi kedatangan kami di negerinya vladimir putin. Selamat datang di bandara internasional Vnukovo Moscow.

    Mobil van hitam membawa kami ke hotel. Jalan raya lumayan padat. Sabtu malam penduduk kota moscow berlomba menuju rumah singgah di pinggiran kota. Seperti orang jakarta berlomba ke bogor. Sekitar 30 menit menyusuri jalan besar, Van mulai berbelok ke jalan lebih kecil. Sebuah jalan di pinggir sungai. “ini sungai apa?” tanya saya ke guide. “sungai moscow pak.” mendengar kata tersebut ingatan saya tercerabut ke masa lampau. Waktu lajang saya suka band asal Jerman Scorpions. Salah satu lagunya yang masih tersimpan di kepala adalah wind of change.

    “I follow the Moskva

    Down to Gorky park

    Listening to the wind of change

    an August summer night

    Soldiers passing by

    Listening to the wind of change

    The world is closing in

    Did you ever think?

    That we could be so close

    Like brothers

    “Dulu hanya lagu yang terdengar di dua telinga, sekarang sungai Moskva nampak di depan mata”. batin saya. Maha Besar Allah yang telah memperjalankan saya sampai ke negri di utara nusantara. Negri asing tempat melintas saudagar Arab yang hendak berdagang ke China. Negri besar yang berbatasan dengan kutub utara.

    Assalamualaikum Moscow

    Tinggalkan Komentar