Redonominasi dan Indonesia

0
75

 

Rencana pengurangan angka nol pada rupiah, yang di lakukan oleh pemerintah atau yang disebut dengan redonominasi hingga saat ini belum ada kebijakan lebih lanjut dalam penanganannya. Dalam mata uang rupiah sangat boros dengan angka nol, juga dalam hitungan, apa bila dibandingkan dengan mata uang dolartentu sangatlah berbeda, membawa uang sebesar seribu rupiah tentu tidak ada artinya di zaman sekarang, akan tetapi jika membawa satu dolar tentu nilainya sangatlah tinggi. Selain itu juga, jika angka nol dapat di pangkas tentu akan lebih mudah penghitungannya , karena kasusselama inidalam penghitungan Rp.1.000 triliun di computer, atau di  kalkulator tidak akan cukup digitnya, namun sebaliknya, jika dipangkas tentu lebih apik, dengan seperti itu dan juga pertumbuhan ekonomi dapat meningkat.

Menurut peruri (perum perusahaan pencetakan uang RI) kesiapan untuk menyambut realisasikebijakan pengurangan nol pada rupiah atau lebih sering di sebut redonominasi sendiri, melainkan suatu kewenangan dari BI jika dilihat dari kapasitas harus dilakukan penambahan jam kerja percetakan uang. Mengingat implementasi  pengedaran uang rupiah yang tentu membutuhkan untuk pengedarannyayang tidak sedikit, karena pada masa transisi dari uang lama ke uang yang baru kira-kira memakan waktu yang cukup lama,berkisar antara 6-10 tahun, namun tentunya harus diadakan sosialisasi terhadap warga, agar terhindar dari penipuan, selain itu, ini juga merupakan langkah yang cepat lamapenarikan uang lama.

Tinggalkan Komentar