Gaya Hidup VS Isi Dompet

0
27

 

Seiring berkembangnya zaman gaya hidup seolah-olah tidak ingin berhenti berputar walau sejenak, menampilkan gaya hidup yang berbeda sesuai perkembangan mode terbaru, memiliki gadget yang mutakhir, selalu up to date dan tampil oke, bahkan sebagian anak muda adalah lumrah. Bahakan nongkrong sambil mencicipi makanan popular dan mewah di tempat yang elit, serta berbicara dengan bahasa gaul adalah wajib hukumnya. Banyak alas an yang mendasari hal itusalah satunya tidak ingin disebut Out of date atau jadul. Tentunya untuk mencapai itu semua tidaklah mudah seperti mengedipkan mata. Banyak yang menabung dalam jangka waktu berbulan-bulan, memeras saku dari orang tua, dan bahkan ironinya berani mengambil hak orang lain (mencuri). Hidup trendy menjadi ajang pamer dalam dunia pergaulan.

Abad ini mungkin dengan mudah bisa di sebut masa instan. Karena apa yang di inginkan dengan mudahnya cepat terpenuhi, dengan waktu yang relative singkat walau dengan besar pengorbanan. Mede pakaian, gaya dan warna rambut, corak baju, berbagai jenis aksesoris, gadget hingga kendaraan. Mereka lebih mengedepankan gengsi dari pada aksi, padahal dewasa ini bisa di lihat dengan kasat mata, bahwa Indonesia contoh nyata bangsa yang menjadi korban teknologi dan alat komunikasi. Banyak orang yang rela merogoh kocek jutaan rupiah, demi telepon pintar. Padahal tidak terlalu membutuhkan yang terpenting bisa berkomunikasi. Teknologi memang sangat penting, agar bisa menjaddi orang yang berkualitas dan intelek tinggi. Padahal Indonesia terkenal sebaagai bangsa yang kreatif dan kini saatnya lebih inovativ, yang mampu menciptakaan hal baru. Yang patut di ikuti bukan mengikuti, dan kita harus sadar tidak selamanya meniru orang lain, sekali lagi tidak perlu menjadi trend setter.

Mereka yang mampu tampil selalu trendy atau yang tidak mampu namun dipaksakan itu sah-sah saja, akan tetapi jika kita memikirkan waktu, tempat, kepribadian, dan kemampuan yang tidak sebanding maka hasilnya bukan intelektual malah aneh, dan bisa jadi tambah alay. “lebih percaya diri, tampil dengan apa adanya, selektif dengan gaya hidup, lalu…go!, dan jadi lah dirimu sendiri, you are you”, jauh lebih membanggakan.

Tinggalkan Komentar