Ayahku seorang Koruptor

0
45

“keluarga Herlambang kena masalah lagi?”

“sudah terkenal keluarga Herlambang ya keluarga koruptor”

Beberapa orang sedang membicarakan keluarga Herlambang, mereka nampaknya sedang asyik membicarakan orang, sembari merokok dan ngopi di bawah pohon besar, rupanya mereka kaya akan topik pembahasan. Aku sudah sering mendengar kata-kata ini dan tentunya aku sudah kebal, sedikit. Mungkin, jika aku bisa aku akan pergi dari keluarga besar Herlambang. Tapi aku masih belum mampu. Masih ada perempuan yang tidak berdaya, yang masih menginginkan aku untuk merawatnya, ibuku.

Nama kakekku adalah Prayoga Herlambang, mantan Bupati, pengusaha kaya dan bos besar batu bara, dengan perut buncit, kumis tebal dan hitam tapi rambutnya sudah beruban lebat. Lelaki tua itu Hidup penuh dengan kecemasan, cemas jika hartanya berkurang, takut jika ada yang lebih kaya darinya, dan marah jika orang tidak menghormatinya, itulah mantan Bupatiku dulu. Tapi kini, mantan bupati itu masih hidup nyaman di balik jeruji Besi.

Perangai itu tidak hanya di dalam dirinya, tapi menular di darah ayahku, Wibowo Herlambang, berbadan besar, tinggi dan perut membuncit sangat besar, mungkin banyak barang haram yang masuk ke dalam tubuhnya. lelaki kasar yang memiliki dua istri, istri yang tak berdaya karena stroke, wajahnya semakin tua tak terurus, orang bilang tidak cantik lagi. Sudah tidak asik diajak ngobrol bahkan lebih sering merepotkan, dan orang hanya berkata, kashian.

satu lagi seorang istri yang canttik menurut orang, masih muda. Dan hanya 2 tahun lebih tua dariku. Usianya masih 24 tahun, tapi gaya rambut dan berpenampilan seperti usia 30 tahuanan, terlihat tua dari usianya, memang pantas disebut tante. Tidak ada kesibukan yang benar-benar penting baginya kecuali hanya arisan bersama teman-temannya, atau berlibur kesana kemari entah itu di dalam atau di luar negri, perempuan muda itu tidak pernah aku sukai.

Dua bulan yang lalu, Gilang di tangkap polisi karena kasus Narkoba, dia bukan hanya mengkonsumsinya tapi menjualnya dengan harga yang cukup murah kepada teman-temannya, harga lebih murah dari pasaran, dia sedang tidak kekurangan uang,  motivasinya hanya satu, dia tidak ingin sendiri menempuh jalan yang salah. 3 temannya mendekam di penjara bersamanya, proses hukum tidak bisa di langgar, bukan hanya itu, Gilang juga terseret kasus korupsi, jabatannya sebagai Sekertaris Camat digunakan untuk memperkaya diri dan keluarganya, tidak pantas sebut kakak, memalukan.

***

Pagi ini aku berjalan lemas menyusuri koridor kampus, masih terlihat sepi dan damai tanpa keributan rokok. Aku sudah terbiasa hidup sendiri, tidak berteman, dan tidak main dengan teman-teman. Jadi ibu tidak usah kawatir bahwa anakmu tidak akan keluyuran kemana-mana  setelah jam kampus selesai.

Menjadi mahasiswa Sejarah bukanlah pilihan yang tepat, terlebihnya tersesat, seharusnya aku kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi tapi aku percaya, jalanku di Sejarah bukan di Komunikasi, kenapa? Jika di Komunikasi aku harus bertemu banyak orang, dan itu hal yang mengerikan. Tapi sejarah aku bisa dengan sendiri mempelajarinya, berdiam diri di perpustakaan lalu tenggelam ke dalam dunia lain, melalui buku-buku tebal idola dan rujukan para sejarawan besar.

hari ini pak Joko datang sedikit telat. Jadi mahasiswapun juga datang telat, tapi tidak denganku. Bapak tua itu datang, dengan wajah lelah, lalu masuk  ke kelas, melepas kaca matanya kemudian memijat sedikit keningnya, terlihat dari raut wajahnya seperti pak Joko sedang dalam masalah besar.

“selamat pagi wahai orang sukses” sapanya lembut dan hangat

“selamat pagi bapak hebat” jawab kami serempak. Ritual ini hanya bisa kami lakukan dengan pak Joko, dan hanya pak Joko, dosen yang santai tapi tidak membosankan, dan ilmunya sangat dikagumi oleh mahasiswa, setiap tahunya banyak mahasiswa yang mengantri ingin merekomendasikan pak Joko sebagai dosen pembimbing skripsi mahasiswa tingkat akhir, dan mungkin akupun begitu, nanti.

“semester enam mungkin menjadi semester yang bimbang untuk kalian, apalagi yang belum nemu tema skripsi”

“tetap jangan menyerah, tetap istiqomah membaca buku, buku apapun itu, terutama buku yang kalian suka”

“anak-anakku, adakah kalian yang masih tidak bangga dengan jurusan Sejarah?” tanyanya dengan tiba-tiba? Pak Joko mengajar mahasiswa semester enam mata kuliah Pengantar dan Teori Teori Ilmu Politik, badan kecilnya tidak menggambarkan isi otak pak Joko yang Besar. pemahamnya luas, dan bapak tua itu sekali lagi adalah idola para mahasiswa.

“saya tidak bangga pak saya ingin masuk Agroteknik, eh malah Nyasar di Sejarah, tapi mau bagaimana lagi, tiga kali ikut tes SBMPTN masih saja tidak lulus” ujar Budi, disusul dengan gelak tawa para mahasiswa lainya. teman yang selalu punya masalah dengan satpam, karena sering parkir motor di sembarang tempat.

“ya berti Jodohmu di Sejarah”

“wah tidak mau, jodohku ya bu dokter”

“bukan Jodoh yang ku maksud pasangan, tapi takdir kuliahmu ya memang di jurusan Sejarah, Bud!”  ujar Desi mulai kesal

“kalian wajib bangga kuliah di Jurusan Sejarah” kata pak Joko menenangkan isi kelas yang Gaduh

“manusia adalah makhluk yang sangat rentan dengan kesalahan dan kekhilafan. Maka dari itu dengan sejarah manusia mampu mempelajari banyak hal yang terjadi di masa lalu untuk pelajaran” mata pak Joko mulai menjelajahi pikiran mahasiswa yang ngawang.

“dengan mempelajari sejarah dan mengamalaknnya kehidupan akan menjadi lebih sempurna, karena hal-hal kecil atau besar yang merugikan dan membuat celaka dapat dihindari berkat pengetahuan sejarah yang dipraktekkan dalam kehidupan sehari hari”

“tapi pak, jika kita lihat bangsa kita, kok begini-begini saja, bahkan lebih memburuk, padahal kita punya sejarah perjuangan yang panjang, kitapun sudah tahu jika ingin menjadi negri yang maju bisa berkiblat ke negri yang maju dengan mempelajari sejarahnya, tapi kita tetap saja, malah mundur cantik”

Gelak tawa se isi ruangan menjadi riyuh, aku masih terdiam seperti biasanya, tidak banyak komentar, dan paling enggan mengeluarkan suara jika tidak diperlukan. Benar kata Nabil, lelaki berparas kerempeng itu. bangsa ini sudah saatnya maju, bukan terpuruk, lalu apa gunanya kita sebagai sejarawan? Hanya bisa duduk dan ngopi kemudian berlagak peduli

“Wah hebat kamu Nabil” tepuk tangan pak Jokopun disambut dengan tepuk tangan kami, karena ini bentuk apresiasi yang bisa diberikan, jadi terima saja!

“saya ingin kelas ini hidup, dan saya butuh jiwa-jiwa kritis kalian untuk sama-sama membangun negri ini”

“pak!” panggil Ria, diikuti rasa ragu dan malu, sesekali angkatan tanganya tadi menggaruk rambutnya

“menurutmu apa?”

“misalnya dalam kekhalifahan sendiri sudah sangat jelas bahwa keruntuhan suatu kejayaan pemerintahan disebabkan kurang lebihnya karena  kondisi pemerintahan yang lemah dan terjadinya degradasi moral para pemimpin,  menurunnya pengetahuan, atau banyak pemimpin yang korupsi dan cinta terhadap dunia”

Akupun ingin menjawab, jika Ria mengutarakan pendapatnya dengan faktor internal, aku ingin mengungkapkanya dengan faktor eksternal, bahwa  adanya serangan ekspansi dari luar, terlebih lagi dalam politik dan ekspansi kekuasaan. Ketika para pemimpin terlena dengan kemegahan dunia, dan semakin dangkalnya pengetahuan maka musuh akan semakin kuat untuk menghancurkannya. Pak ini jawabanku, tapi tidak apapa jika pak Joko dan teman temanku tidak mendengarkannya. Aku lebih suka begini.

“Ketika kita sudah mengetahui hal yang dapat meruntuhkan kejayaan suatu kekhalifahan maka sudah semestinya kita berhati hati dan tidak melakukan tindakan bodoh yang mengulangi sejarah yang sama” sambung Yoga dengan bangga

kekhalifan waktu dulu runtuh, kejayaan suatu bangsa runtuh, bahkan hanya tinggal cerita, semua musnah. Benar kata Ria.

“kehidupan kita saat ini atau jabatan yang diamanhkan kita tak boleh diruntuhkan dengan nilai nilai yang tidak baik. Dengan demikian, sudah semestinya sejarah dipergunakan dalam kehidupann nyata, sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran dalam mengambil hikmah. Sejarah tidak hanya menjadi pelajaran dalam buku pelajaran, tapi harus dijadikan roda penggerak dalam kehidupan” statemen penutup dari pak Joko.

Baik pak, saya mengerti. Sejarah buruk tak boleh terulang kembali. banyak pemimpin yang korupsi dan cinta terhadap dunia, membuat rakyatnya semakin sengsara, menderita berbagai penyakit yang tak kunjung di sembuhkan akibat tak punya biyaya, pemimpin yang korupsi membuat jurang kemiskinan semakin jelas tanpa ampun.

Kenapa korupsi mewabah di negri ini? Negri para koruptor kenapa ada di sini? Tapi aku masih belum mampu memindahkan para tikus berdasi untuk pergi meninggalkan negri ini, terlebih lagi menumpas kedholiman para penguasa, sebut saja Wibowo Herlambang seorang bupatiku sekarang yang sudah memiskinkan banyak orang, seorang koruptor yang sibuk memperkaya dirinya, kejahatanya belum terungkap oleh publik, seorang koruptor tidak layak hidup bahagia, namun dia masih dihormati banyak orang, kecuali aku tak menghormatinya.

Kau harus tahu, Kakek ku adalah koruptor, pamanku adalah koruptor, kakakku adalah koruptor, dan ayahku adalah Koruptor.

 

Tinggalkan Komentar