Cinta Itu Duka (bag 34)

0
41

Surya sudah siap menjadi perwira. Akademi militer menjadi gerbang baginya menggapai cita-cita. Semua orang percaya anak muda ini akan lolos seleksi. Bahkan gurunya memprediksi Surya bisa menjadi lulusan terbaik akmil di angkatannya. Karena anak itu bukan hanya punya otot kuat, tapi juga otak yang cemerlang. Surya tidak pernah alfa menajdi penghuni 5 besar di kelas. Pelajaran favoritnya sejarah dan matematika. Murid peringkat pertama pun tidka bisa mengalahkan nilai Surya di dua mata pelajaran tersebut. Semua sudah siap menyambut seorang perwira Angkatan Darat yang lahir dari tanah pasundan. Letnan Dua Muhammad Surya Kencana.

Sesuai prediksi, surya lolos seleksi. Berkasnya dinyatakan memenuhi persyaratan. Saat tes kesamaptaan, anak muda dari desa ini mengungguli semua pelamar. Lari mengelilingi lapangan sepak bola sebanyak 7 putaran dilahap tanpa hambatan. Begitu juga tes push up, sit up dan pull up. Surya dapat melakukan push up 60 kali dalam masa satu menit, sit-up 100 kali dan pull up 20 kali. Padahal panitia seleksi mensyaratkan push up 43 kali, sit up 50 kali dan pull up 10 kali. Di bagian praktek renang pun tidka jauh beda. Latihan bertahun-tahun di sungai nampak jelas hasilnya saat seleksi. Dua putaran gaya katak diselesaikan dalam waktu relatif cepat. Tinggal menunggu karantina.

Tinggal menunggu itu yang akhirnya tinggal kenangan. Seorang oknum meminta syarat administratif di bewah meja. Jumlahnya tidka besar. Hanya sekian ratus ribu rupiah. Ini berdasarkan pertimbangan nilai Surya. Peserta lain yang tidak memiliki nilai setinggi surya diminta lebih dari itu. Surya pun menyampaikan permintaan itu kepada ayahnya.

“Arrosyi wal murtasyi fin naar” Jawab ayahnya tegas. Guru Madrasah itu tidak sudi mengikuti kemauan oknum dalam seleksi masuk akmil. Segala bentuk suap-menyuap dilarang agama. Orang yang menyuap dan yang disuap sama-sama masuk neraka. Lebih baik tidak menjadi tentara dari pada harus masuk neraka. Hidup di dunia sementara, akhirat selamanya.

Mimpi Surya pun buyar. Hantaman keras tepat di kepala. Anak muda itu hampir tersungkur ko. Persis seperti Larry Holmes dihajar bogem Mike Tyson. Saat itu jiwa pramukanya menjadi benteng. Dia seorang pramuka sejati. Selalu menempatkan Allah sebagai tujuan utama. Surya pun luruh dalam simpuh. Bukan rezekinya.

 

Tinggalkan Komentar