Cinta itu Duka (bag 33)

0
178

Selepas sekolah menengah, Surya mohon izin kepada orangtuanya untuk mengikuti seleksi akademi militer. Pilihannya bulat, menjadi perwira bukan tamtama atau bintara. Meskipun seleksinya lebih rumit dan sulit, Surya tetap optimis dapat lolos. Bukan sembarangan dia berlaku seperti itu. Semenjak mimpi jadi tentara terpatri di kepala, anak guru madrasah itu sudah berlatih. Dia mempersiapkan diri menjadi seorang prajurit sejati baik fisik juga psikis.

Badannya tumbuh tinggi. Padahal ayah dan ibunya tidak sampai 165 cm. Ayahnya hanya 164 cm, sedangkan ibunya 160 cm. Berkat rajin berenang di sungai, Surya di usia 15 tahun sudah mencapai tinggi 169 cm. Ototnya dilatih dengan push up, sit up, pull up dan back up. Rata-rata sehari 150 kali untuk masing-masing gaya. Demi menambah besar otat tangan, Surya membuat barbell sendiri. Dia cari kaleng bekas cat. Dipenuhi adukan semen dan pasir. Dua buah kaleng cat yang sudha dipenuhi adukan dipasangkan dengan batang pohon jambu batu. Sengaja dipilih batang pohon jambu karena keliatannya. Setiap selesai solat subuh, surya beraksi dengan barbell bautan sendiri. Hari minggu pagi jadwal lari. Tidak kurang 10 km ditempuh anak muda yang mengidolakan jendral Soedirman ini. Berkat latihan fisik, tubuh surya sangat atletis. Otot tubuh menonjol di mana-mana.

Untuk melatih kepemimpinan, Surya ikut pramuka. Semenjak siaga sampai penegak, dia selalu menjadi pimpinan regu. Berulang kali ikut perkemahan internal sekolah. Bahkan di SMP, Surya masuk pasukan khusus pramuka. Bersama kawan-kawannya dia berhasil menang lomba jambore kabupaten tingkat penggalang. Dasa darma Pramuka bukan hanya dihapal, tapi menjadi pedoman. Ta Ci Pa Pa re Ra He Di Be Su, demikian dia menghafal Dasa Darma.

  1. Takwa kepada Tuhan yang Maha Esa
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
  3. Patriot yang sopan dan kesatria
  4. Patuh dan suka bermusyawarah
  5. Rela menolong dan tabah
  6. Rajin, terampil dan gembira
  7. Hemat, cermat dan bersahaja
  8. Disiplin, berani dan setia
  9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
  10. Suci dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan

Seorang pramuka sejati selalu menempatkan Tuhan sebagai tujuan utama. Andika pramuka yakin sepenuhnya bahwa hidup dan matinya adalah dari dan untuk Allah. Dia mencintai alam dan sesama karena Allah. Dia berlaku sopan dan kesatria karena Allah. Dia patuh dan suka bermusyawarah juga karena Allah. Dia rela menolong dan tabah dalam segala keadaan karena Allah. Kerajinnnya, keterampilannya, kecermatannya, keberaniannya, kesetiannya serta kegembiraan dan kebersahajaannya bukan untuk mencari pujian dari manusia. Dia bertanggungjawab dan dapat dipercaya karena Allah memerintahkannya untuk berlaku seperti itu. Pikirannya, perkataannya dan perbuatannya selalu seiring sejalan, terintegrasi dalam kesucian niat.

Tinggalkan Komentar