Cerita yang Telah Usang

0
661

 

 

Siapakah Kamu?

Datang lalu menacapkan belati di hati

Siapa kamu?

Muncul lalu pergi memberikan kerinduan di hati

Siapa kamu?

Beraninya datang padaku membawa semu

***

Teka-Teki Yang Tak Pernah Ter-Ungkap

            Ku coba pecahkan teka-teki apa yang membuatmu pergi tanpa pamit.

Meninggalkanku begitu saja. Tanpa pesan, hanya kesan yang penuh tanda tannya. Seolah Aku yang bersalah.memaki, memarahi, menghukum sendiri atas kepergiaanmu.

Bila mana Aku salah kenapa kau tang mengungkapkan?

Bilamana Aku sudah tak sama lagi seperti apa yang kau inginkan kenapa kau tak menjelaskan. Bukankah kita bisa memperbaiki, mencoba kembali ke awal lagi, lalu saling mengenallagi, jatuh cinta kembali.

Lalu memulai lagi dari awal. Bukankah malah pergi penuh teka-teki yang membayang-banyangiku.

***

Cinta itu tidak tau ranah dan aturan.

Datangnya dan perginya begitu saja tanpa pamit.

Sialan bukan!

***

Mengagumimu Tanpa Kau Ketahui Itu Sakit

Mengagumimu tanpa kau ketahui ternyata sakit. Luka mengikis secara perlahan membekas di hati. Goresan-goresan terus membekas .

 Entalah. Atau kau terlalu tidak peka?  Seolah sikapku yang selama ini kau tak mengerti apa maksudnya.

 Ataukah aku yang terlalu percaya diri? Biarlah. Biarlah aku yang terus mengagumimu tanpa kau ketahui.

Mengagumimu, memandang di kejauhan, lebih kecil luka yang ku dapatdari luka yang tergores ketika mengagumimu terlalu dekat. Biarlah.

Biarlah aku menikmati luka-luka ini. Ketika kamu siap mencintai, ketika itupula kau siap terluka dan melepaskanya. Buka tentang kita tidak lagi mencintainnya lagi.

Melainkan ketika kita terus menerus berharap, ketika itupula kita akan terus menambah luka. Terus dan terus.

***

Ketika kamu siap mengagumi seseorang,

Berarti kamu siap terluka olehnya.

***

Kita yang menjadi Aku,kamu.

Disini,di kota ini adalah tempat sejarah untuk kita. Hubungan kita. Bicara kita teramat panjang untuk menjabarkannyasemua rangkayan cerita yang kita lakukan. Teramat tak bisa ku upakan dari segala titik-titik kejadian. Namun, teramat sayang .

 Aku, Kamu yang menjadi kita . kini hanyalah sejarah. Semuanya terlampau sudah untuk mengulangi, hanya kenangan-kenangan yang menjadi bagian dari kita. Tak ada lagi rangkayan cerita yang ku ceritakan. Maupun kutis menjai saja-sajak puisi. Kini kita hanya mampu mengenangnya.

Segala angan-angan yang belum tercapai maupun yang sudah di lalui kita berdua. Segala yang sudah ber akhir tanpa tanda “koma” untuk melanjuti hubungan ini. Tanda “titik” sudah memperjelas mengakhiri cerita ini tanpa harus aku teruskan. Mungkin begitupula menurut-Mu.

Tak apalah semuanya sudah berlalu. Kini Aku memilih berdamai dengan keadaaan yang ku harus kulakukan, pejalanan yang masih panjang. Masih banyak yang harus kulalui hari-hariku tanpa mu.  Masih banyak lembaran-lembaran kertas kosong yang harus ku isi, bukan tentang kesedihan-kesedihan oleh mu.

***

Burung selalu hinggap di tangkai yang ia hendaki, begitupula kau?

Maka hinggaplah senyaman mungkin, walaupun di ranting lain.

***

Kata Bosan Adalah Temanmu

            Bosan! Itu yang sering kau sampaikan pada teman-temanmu. Saat ku tak bersamamu. Saat tentang apa-apa yang sering kau utarakan pada teman-temanmu. Aku rapuh, seoalah Aku taak pentinglagi bagimu.

Kamu akan mudahnya meningalkanku kapan saja. Aku tai itu. Tapi ketahuilah lelaki ini yang tak bergunalagi bagimu, pernah sangat penting bagimu. Sangat di butuhkan kehadirannya olehmu saat kau mebutuhkan menyembuhkan lukamu.

 Lelaki ini pula pernah begituh patuh pada seseorang perempuan yang ia banggakan pada keluarganya dan teman-temannya. Selalu mencari materi obrolan, selalu berusaha keras agar mebuatnya tanpa memikirkan keadaanya terpuruk sekaligus. Aku mencintaimu!

Sedikit usahaku merelakan waktunya dan dirinya disakiti oleh keadaan yang membuatnya perlahan hancur. Agar kekasihnya tidak pergi. Pahamilah posisiku ini. Hilangkanlah dulu sebentar egomu itu. Lihatlah dengan hati dan pikiranmu, apakah Aku masih berguna untukmu? Apakah aku masih berhak kau cintai?

***

Setiap kali aku mencoba bertahan, setiap itu pula Aku tersakiti.

Dan,setiap itu pula Aku merasa kehilangan.

***

Kehilangan Lagi

            Berapa kali aku mencoba bertahan

Berapa kali Aku mencoba meyakini diriku sendiri

Teteap Saja Aku yang merasa Kehilangan lagi

Sekuat apapun Aku mencoba Mengalah

Sekuat itu pula aku meras kehilangan

Ku coba mengarahkankan ku pada kenyataan

Aku semakin  menjadi pihak yang merasakan kehilangan

Sekuat tenaga berusaha bertahan

Akan semakin menyakitiku sendiri

***

Semakin aku mencintaimu, semakin itupula Aku tersakiti.

***

Habis caraku Untuk Mendekatimu

            Kini, Aku tak tau berbuat gimana lagi. Aku sudah kehabisan cara maupun akal untuk mendekatimu, mencuri perhatianmu.

Namun semua yang kulakukan kau hanya acuh tak mau tau. Kalau kehadiranku di hadapanmu ataupun di kehidupanmu mengangumu, Aku akan berusaha melepaskanmu .

Memang tak begitusaja aku bisa melepaskanmu dari segala segi. Segi partikel kenangan mu.kau tau betapa cintanya Aku pada mu? Andai kau tau.

 Cintaku sehalus angin, awan, dan hujan yang tak memintanya kembali. Semoga dengan kepergianmu. Semoga menjadi mendewasakan AKu dan kamu. Aku hanya berdoa semoga kau selalu bahagia dalam pilihanmu sekarang ini.

***

Siapa yang paling tersakiti, maka ialah yang paling kuat mengingat kenangan.

***

Maafkan Aku Yang Pernah Menggangumu

            Hey, apa kabar? Masih ingat Aku gak? Bagai manakeadaanmu sekarang?Udah bahagiayah sekarang? Tenang aja Aku gak akan mengangumu kok. Maaf Aku pernah ada di hatimu. Pernah menggangu kesibukanmu.

Pernah mengusik hidupmu.Maafkan Aku pernah jadi orang yang selalu mebuatmu risi, dan tidak nyaman. Maaf kan Aku yang tak bisa menjadi apa-apa yang kamu mau. Yang kau mau dalam sebuah hubungan seperti apa-apa yang kamu inginkan.

Tapi aku Cuma mau bilang; Terimakasih. Terimakasih udah mau menerimaku, mau bertahan menghadipi ke ego-egoanku. Bersabar menghadapitingkah yang masih ke-kanak-kanakan.

Terimakasih udah hadir dalam hidupku, udah meluangkan waktumu tuk hadir dalam hidupku. Walau hanya sekejap saja. Tapi cukup bagiku. Sekali lagi ku ucapkan terima kasih telah memberi warna dalam hidupku. Walau akhirnya kau memberikan perih dan luka.

***

Setiap kali Aku jatuh cinta

Setiap kali perpisahan

Setiap itu, Aku tengah meletakan surat cinta pendek bagi kisahku

***

Aku Yang Iri Padanya

Sesekali aku sering mengujungi beberapa social mediamu, melihat semua aktivitasmu yang kau unggah. Dan, sesekali aku sangat ingin menyapamu, menanyakan kabarmu. Namun, Aku selalu urungkan niatku. Segala prasangkaku yang berkelumut di kepalaku mebuat nyaliku ciut, menahan untuk melakukannya.

Terkadang Aku merasa iri melhat seseorang yang kau sering ucapkan; Selamat Pagi,  selalu kau pajang Photonya di social mediamu. Teramat beruntungnya seseorang itu yang mampu melihat senyumu setiap saat. Yang selalu bersamnya setiap waktu. Yang selalu ada saat dia membutuhkannya.

Aku terkadang berdoa di setiap malam dalam kesendirianku, pad bintang-bintang, angina, malam dan bulan. Beritahu padanya Aku ingin sepertinya. Sungguh beruntungnya seseorang itu yang kau jatuh cintai. Beritahu juga.  Aku selalu berdoa dalam sujudku semoga kelak tuhan mengijinkanku untuk bersamanya.

***

Akan ada seseorang yang bear-benar mencintaimu,

 yang takan membiarkanmu bersedih oleh luka

***

Yang Tersisa Dari Kita

            Sudah lalu, Perjalanan tlah berlalu. Mengisahkan kengan dan terus berlalu. Semuanya sudah berlalu. Kini yang tersisa dari kita hanyalah kenagan, rangkaiyan sajak dan puisi. Photo-photo yang terbingkai, barang-barang yang sudah di letakan di dalam box yang kini telah using si tumbuhi lamat.

Surat-surat pemberianmu saat bersamaku. Surat-surat itu tertumpuk rapih di sudut mejaku. Surat ter akhirmu pun kini sedang di tanganku. Surat yang memberitahukanku tentang keputusanmu untuk memutuskan untuk pergi. Sudah berapa kali aku tlah mebacanya.

Entah, angina apa yang mebisikan padaku kembali mebuka lagi surat terakir darimu.ku coba lagi ku baca, setiap kalimat ku teliti dengan seksama. Ku tau percis keinginanmu itu. Isinya penuh tegas menjelaskan keinginanmu. Rasa sakitnya masih sama saat pertamakali membacanya.

Bahwa kau harus meng akhiri perkara ini dengan ku. Begitupun dengan soal Rasa. Tak ada lagi yang harus di pertanhankan oleh mu. Bukan Aku tidak lagi  peduli, bukan pula tidak lagi mencintaimu.

 Tapi tentang mu yang sudah jatuh hati ke lain hati. Aku tidak boleh egois. Semakin menahanmu semakin itu pula aku tersakiti. Negitupun melepasmu mebuatku tersakiti. Aku tak mengerti Rasa seperti ini serbasalah bagiku.

***

Kamu adalah; ceritaku, sajak-sajak puisiku yang sering kutulis oleh tinta hitamku di buku harianku.

Yang sering ada dalam coretan di kanvas gambar ku.

***

Perihal Kau

            Hay sayangku, Aku tak menginkanmu membalas cepat-cepat pesanku. Aku tak mau tentangmu bermuluk-muluk tentang ku. Aku tak menginginkan itu semua.

Hay sayangku, Aku tau kau memiliki prioritas yang bukan selalu bermuluk-muluk tentangku. Ada hal yang lebih yang harus kau dulukan.

Sapalah teman-temanmu, pergi berliburlah dengan teman-temanmu. Tak usah ajak aku dan memperduikan Aku. Biarlah kamu menikmati acaramu dengan teman-temanmu. Aku akan selalu menunggu mu, sampai sepulangmu. Saat sepulangmu, Aku siap duduk menikamti cerita-cerita kebahagianmu dengan teman-temanmu.

Aku tak ingin mengekangmu untuk berkenalan dengan siapapun begitupun menyapa teman laki-laki. Aku berikan kepercayaan  penuh pada mu semana kau meberikan kepercayaan padaku.

Ketika kau resah dan kesepian datanglah atau hubungilah Aku. Aku akan tetap seria menemainumu bercerita sampai lelahmu bercerita dan telelap. Aku akan selalu teruntukmu.

***

Saat denganmu yang kuinginkan adalah; membuatmu tersenyum denagan bahagia.

***

Aku pernah Berharap Lebih Pada-Mu

            Aku pernah berharap kau yang terakhir dari segala petualanganku.

Rumah bagiku dari lelah berlari. Berharap kau akhir dari segala lukaku,

Berharap awal bahagiaku. Nyatanya, aku salah. Kau memilih berpetualang.

Mencari rumah singah baru bagimu. Mebuatku jatuh sampai tak mapu bangkit kembali.

Membuatku terluka sampai tak mampu aku mengobatinya.

Membuatku tak adalagi harapan untuk memulai petualanganku. Aku lelah!

Selalau di hiatnati keadaan, dan kepercayaan.

Sampai hamper Aku tak berani lagi jatuh cinta.

***

Cinta itu saling menguatkan, saling menjaga, saling menyemangati.

Bukan saling menyakiti ataupun saling menjatuhkan.

***

Aku yang siap Terluka

            Kau tau saat Aku berani jatuh cinta. Aku sudah siap untuk sakit hati, begitupun dengan terluka.

Jatuh cinta itu tidak mudah, saat kau memutuskan jatuh cinta. Berarti kaumemutuskan untuk siap menyakitimu sendiri.

Namu, ketika ketika cinta itu berdamai denganmu. Maka, kamu akan mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekedar sakit hati.

Kau akan mendapatkan cinta dan kasih sayang. Jatuh cinta itu seperti berjudi.

Kalah merana, sengsara. Berujung tragis.

Bagi yag menang. Senang, bergembira, menari dalam puisi romantis.

Kita  hanya mampu bertaruh meberikan hati padanya. Selebihnya kau tak tau proses apa di dalamnua sebelum uncul ke permukaan. Penolakan atau penawaran ke bahagiaan!

***

Cinta itu perjudian, ada penolanakan dan penawaran kebahagian di dalamnya.

***

Rasanya Terasa Sama Saat Pertamakali Kita Berjumpa

            Entalah, bagiku hari ini seperti hari-hari sebelumnya. Rasa ini seperti perjumpaanpertama saat kita bertemu.

Bahkan pertemuanku bersamamu hari ini sperti pertamakali aku mengajak mu keluar, menikmati indahnya kota, berjalan berpayungi jalanan.

Maafkan Aku bila sampai detik ini mencintaimu.

Maafkan aku mengingatmu.

Maafkan aku yang mampu mengingat bagaimana kau tersenyum.

Aku juga mengingat bagaimana kau menyentuhku.

Aku hafal wangi rambutmu.

Aku mampu mengingat caramu memperhatikanku dulu.

Jangan salahkan Aku, Aku pun tak mau seperti ini yang semakin mengingatmu semakin menyakitiku.

Percayalah Aku sedang tidak berbohong. Aku masih mengingatmu, bahkan masih mencintaimu.

Maafkan Aku. Semoga kau tidak marah mengetahui semua ini.

***

Taka da cara yang cepatuntuk melupakan.

Kau hanya butuh tidak mencari tahu tentang nya lagi.

***

Puisi Dan Saja-Sajak Yang Kutulis Tak lagi Tentang-Mu

            Kau tau kenapa kini ku tak lagi menulis puisi dan sajak tentang-mu.

Dan tak lagi menggambar wajahmu di kanvasku ini. Bahkan sekarang saya sering membuat pusi dan sajak tentangku sendiri, bahkan melukis wajahku sendiri di kanvasku ini. Kau tau, kini kau sudah tak lagi ada dalam kehidupanku .

Bahkan natinya puisi dan saja namamu akan di gantikan oleh seseorang yang akan datang kekehidupanku. Yang mempercayaiku, mendukungku, yang mempercayaiku, dan benar-benar jatuh cinta padaku.bahkan kan kuhapus semua gambar wajahmu yang ada di kanvasku ini dengan seserang itu. Maafkan aku.

Maaf? Sepertinya aku tak  perlu meminta maaf. Seharusnya kau yang hatus meminta maaf karna seenaknya kau pergi tanpa ada penjelasan. Kalau memang Aku memiliki salah taupun tak sesuai dengan keinginanmu. Kau bisa bicarakan terhadapku, tak seperti ini. Pergi tanpa penjelasan.

***

Natinya aka nada yang menulis Puisi dan saja-sajak tentang kita.

Dan, aka nada yang benar-benar mempedulikan-Mu.

***

Kesempatan Untuk -Mu

Kau tau? Aku selalu menyelipkan doa-doa di setiapsujudku. Aku berdoa, Aku dan Kamu menemukan jalan yang terbaik. Tanpa harus melupakan. Ataupun pura-pura tak salingkenal satu samalain.

Tanpa ada rasa yang berlebihan ataupun rasa ras rindu yang ter amat menyakitkan. Menghantui segala perjalanan kita.

Apakah kita harus seperti ini terus? Setelah pernah saling sapa, saling memuji, dan saling menyayangi. saling mempertawakan kebodohan-kebodohan yang kita lakukan.

Bukanya semuanya bisa di perbaiki  tanpaharus saling membenci seperti ini. Bukanya kita sudaah terlampau jauh dalam hubungan ini. Kenapa kita sediam ini.

Kau tau biarpun kau pergi tanpa peduli, namun kau patut ketahui. Rasa sayang dan cintaku ini yang membuatku bertahan sampai saat ini.

Bilamana kau datang kembali, momohon untuk meminta memperbaiki hubungan ini. Kan ku kucoba membuka hati, memberimu kesepetan yang keduakali.

Walaupun banyak omongan orang lain yang bilang tak usah kau beri kesepatan, percuma saja akan menyakitkan lagi. Patut dari semua itu. Aku akan tetap mencoba mempercayaim. Semoga kau menghargaiku.

***

Cinta itu sulit di tebak, membuat yang merasakannya tak mengerti dirinya sendiri.

Sudah berapa kali ia terluka tetap saja ia berani mencoba mengulanginya.

Mungkin cinta memiliki hal yang lebih mebuatnya bahagia daripada terluka.

***

 

Melepasmu

            Aku pernah merasakan kebahagian. Namun, kau memaksaku untuk berhenti merasakanya olehmu.

Memaksaku untuk melepaskan, memaksaku untuk melupakan segala hal.

Itu tak adil bagiku. Namun, bagimu itu adalah cara kau menemukan kebahagiaan untukmu. Bukan untukku.

Tidak ada ke bahagian bagiku, memamaksakan diri sendiri mencoba melepaskan mu saaat-saat aku sedang sayng-sayangnya padamu. Kau tak adil.

Aku harus merasakan luka ketika kau merayakan kebahagiaanmu. Aku yang terjatuh ketika kau terbangkit.

Semoga bahagiamu bukan hal yang sia-sia bagimu setelah kau memutuskan meninggalkanku.

***

Cinta itu tidak pernah menghakimi diri sendiri ataupun menyakiti diri sendiri.

***

Aku Yang tidak Percaya Diri

            Siapakah Aku ini? Berani-beraninya mencintaimu.

Siapakah Aku ini? Punya apa membuatnya bahagia.

Siapakah Aku ini? Memintanya untuk mencintaiku.

Akupun tak tau, namun perihal siapa Aku ini? Aku tidak peduli.

Tapi yang kau harus tau aku yang begitu mencintaimu. Perihal kau mencintaiku atau tidak, itu urusan mu. Aku tidak memaksamu.

Aku tau tentang keadaanku.Akutidak yakin kau menyukaiku. Terutama bila di bandingkan dengan kekasihmu yang sekarang. Terlampau jauh aku bermimpi untuk memintamu kembali  padaku.

Jujur melihatmu bersamanya membuatku cemburu. Terasa sakit di hati.

Tapi bagiku kebahagianmu lebih penting. Melihatmu tersenyum kembali itu sudah cukup bagiku walaupun senyumu itu bukan Aku yang membuatnya tersenyum.  Sejujurnya Aku masih mencintaimu.

Tapi aku harus merelakanya. Aku tidak boleh egois seperti ini.

Setiap orang  yang jatuh cinta hapir lupa mengurus diri sendiri.

***

 Setiap harinya ia habiskan untuk berpikir bagaimana caranya untuk membhagiakan pasanganya.

 Sampailupa bagaimana dia bahagia.

***

Yang Baik Akan di Gantikan Yang jauh Lebih Baik

            Padasuatu hari, yang baik menurut kita akan meninggalkan. Seolah tak peduli betapa ia mencintainya, teramat ia mengaguminya.saat itulah kamu akan hancur berkeping-keping sampai tak mampu bangkit kembali.

Namun, tuhanmu maha baik. Ia sedaang mengistirahatkan kita, menjauhi seseorang yang bukan terbaik untuk kita. Pada suatu saaan nati, yang baik akan di gantikamolej tuhan yang jauh lebih baik darinya untuk kita. Aku percaya itu

Namun aku tak tau kapan waktunya itu. Tak ada waktu yang cepat menghapus luka. Tapi ada waktu yang pas untuk menghapus luka.

Tak ada waktu yang cepat menghapus luka. Tapi ada waktu yang pas untuk menghapus luka.

Bukan Aku tak Mau Mengerti Maumu

            Aku mengrti maumu, dan kupun atau perihal aku mengerti kemauanmu itu. Bahkan tiap kali kau beragumen tentang kemauanmu. Ku selipkan tentang mengertinya Aku.

Tetapi semua itu seolah kau abaykan tak mau tau tentang semua yang kujelaskan padamu. Seedikitpun.

Entah Aku harus gimana lagi agarkau tahan tentang apa yang ku bicarakan, tentang maumu itu. Bukan aku tak mau mengabarimu tiap saat atau membalas pesanmu secara cepat.bukan itu.

Kamu mengertilah. Di Dunia ini bukan tentang semua itu saja. Banyak yang kamu harus kerjakan, bukan selalu menunggu pesan dariku saja. Aku sengaja tidak mengabarimu setiap saat dan membalas pesanmu secara cepat.

Bukan aku tidak mencintaimu lagi. Agar kamu tau, melakukan hal di luarsana tanpa gezetmu itu lebih asik, lebih indah. Seperti mengobrol dengan teman-temanmu. Main keluar dengan keluargamu. Melihat lading, sawah dan perbukitan ataupun pantai. Jauh lebih asik daripada sapa teman-temanmu di social media tanpa kau lihat raut mukanya. Sapaan yang di social media tak sehangat sapaan bertemu langsung.

***

Mana mau melupakan, kalau saja masih tetap melihat-lihat koleksi masa dulu saat bersamanya.

***

Aku Yang Takut Akan Kehilangan Semua Ini

            Sesekali aku takut akan kehilang semua ini. Semua yang kumiliki, semua kebahagian ini.

Ia, aku tidak boleh se-Egois seperti ini. Karna semuanya akan berganti. Hari terus berganti, waktu terus berjalan, gelombang aka nada surutnya, matahatipun adakalnya terbenam. Begitupula dengan prasaan.

Akan ada dimana saatnya letih menahan ketir yang di lakukan oleh mu. Apa yang semua yang di lakukan terhadapku, terhadap hubungan kita.

Rasanya sudah cukup untuk tidak lagi merasakan takut akan kehilangan mu. Memang teramat aku takut akan kehilanganmu. Namun kebahagianku teramat peting dari pada bermuluk-muluk  terjebak di  kepdeihan seperti ini. Aku memilih jalanku untuk melajutkan hidup ini. Walaupun kau tak lagi bersama mu.

***

Seseorang perlahan akan merasakan kebosanan tentang ke-Kamu-kamuan.

Yang memayoritaskan segalanya tanpa mempedulikan pasanganya.

***

Tangisku

Sejak kecil Aku sering menangis ketika ku terjatuh saat berlari. Terluka karna pisau saat membatu ibuku mengupas bawang. Ketika aku dewasa ternyata Aku seing menangis. Namuun tangisanku sedikit berbeda dari masa kecilku. Kini aku menangis karna seseorang yang ku cintai seteah keluargaku.

Aku menagis merasakan kesakitan yang tak bisa ku jelaskan. Kenapa sesakit dan seperih ini. Tanpa dara pula.

Ada sesak di dalam dada yang tak terasa menmbuatku mejatuhkan Air mata. Entah bagaimana aku mengakhiri tangisan ini setiap kali aku membayangi dirinya. Setiap kali mengingatnya setiap kali aku merasakan perih. Pergimu bukan kehendaku. Aku tak menginginkan itu. Kenpa kau pergi meningalku dengan ke adaanku seperti ini. Yang membuatku tak mampu bangkit kembali. Aku rapuh.

***

Terkadang kita perlu menangis untuk meluapkan emosi.

***

Aku Yang Tak Mengerti Sikap-Mu

            Pagi terlampau pagiuntuk menangis. Tapi apa daya aku setelah membaca pesan darimu tentang perihal ke inginamu yang mau mengakhiri hubungan ini.

Seketika entah mengapa hatiku merasa tidak nyaman, teramat sesak di dada. Sudah tak mampu berkompromi lagi.

Kenapa? Aku bertanya pada benakmu. Akupun tak tau..bahkan kau tak menjelaskan. Bahkan hubungan kita baik-baik saja bukan. Tidak ada masala apapun. Tapi mengapa kau lakukan seperti ini?

Atau aku sudah tak lagi ideal di matamu. Atau aku sudah tak bisa mebuatmu nyaman lagi? Atu kah kau sudah memili penganti aku? Aku tak tau. Bahkan semalam kita bertukar kabar, teramat baik-baik saja.

Tapi ter amat menyakitkan setelah membaca pesanmu pagi ini. Pagi yang cerah di luarsan bergti gelap. Menutunya berjalan namun tak tetu arah. Gelap, kosong jiwanya.

***

Semua masalah tidak harus di selesaikan dengan pergi

 Namun ada kalanya harus di selesaikan dengan kembali.

***

Terimakasih Telah Memberiku Warna dalam Hidupku

            Aku kini tak tau harus gimana lagi? Harusberbuat apa lagi. Kini semuanya terasa hampa.

Tak kendali. Hanya mampu mengucapkan terimaksih atas waktumu yang kau berikan pada k. semua tentangmu, tentang apa-apa yang mebuatku tersenyum.

Walau kini kau tak lagi di sampingku. Melewati hari-hari yang menyedihkan atau yang mebuat kita bahagia

Memang kita teramat singkat untuk menjalani hubungan ini. Bagiku banyak kesan yang kurasakan. Mungkin karna kau meberikan separuh hatimu pada ku.

Walaupun kini kita tak bersama lagi bahuku terbuka untuk kau sandari, bahkan Aku siap mendengarmu berceritalagi walaupun bukan tentang aku nantinya.

Semuaorang meminta dipetemukan dengan jodohnya langsung.

***

Namun Tuhan ter-Amat baik, ia menyatukan dulu dengan seseorang yang tidak cocok denganya agar kau lebih dewa.

***

Senja kini Tak Seidah Seperti Yang Dulu

            Kau ingatkan? Dulu senja takala itu sangat indah. Kini tak lagi.

Dulu kita selalu melihat senja bersama. Kini tak lagi.

Rasanya senja kinitak lagi indah ku pandang. Sepertinya biasa saja. Kini tak adalagi cerita ataupu momen indah bersamamu. Semuanya telah pergi.

Kucoba perhatikan lagi senja dengan  seksama, namun tak tetap tak seindah saat memandang bersamamu takala itu.

Mengapa kau mampu menghadpi hari-harimu  tanpa kesedihan sepertiku. Kau laluinya seperti tida ada masalah. Seperti tanpa ada yang kau tingalkan.

Mengapa kau mampu, sedangkan aku tidak mampu sepertimu. Ataukah aku teramat mencintaimu, sedangkan kau hanya bermain-main.  Apa maksudnya semuakenangan ini yang kau berikan pada ku? Perlahan kau memberikan kebahagian lalu setelah ku terperangkap, merasakannya.kau pergi begitu saja.

Apakah Maksud semua ini?  Agar membuatku lebih terjatuh lagi.

***

Yang pergi selalu memberikan kesan luka dan kenagan

***

Aku Ingin Bercanda Dengan-Mu

            Aku ingin sekali becanda denganmu, di setiap waktu, setiap bertemu.

Kini Aku taklagi bisa bercanda setiap waktu maupun setiap bertemu. Kini untuk bertemumupun sedikit sulit. Bahkan tidak bisa.

Setelah kepergianmu, aku hanya mampu mengadu kasih di penguhung malam dengan kesendirianku.ku ceritakan tentang kita yang perna mempunyai rencana, dan cerita yang pernah di lalui kita bersama.

Kini rencana hanyalah rencana, cerita hanyalah cerita yang tersisa hanyalah luka.  Biarlah kan kusimpan di ruang hatiku dan tersimpan rapih samapi kutak maumebuka kembali.

***

Cinta itu bukan soal matematika yang selalu ada jawabanya

***

Bagaimana Kau Menjadi Aku

            Aku pernah berpikir sesekali kau menjadi aku, dan aku menjadi dirimu. Aku ingin kamu mersakan apa yang kurasakan tentang sikap dan perbuatanmu yang kaulakukan padaku.

Dengan mudahnya kau pergi tanpa peduli. Dengan manisnya kau mebuat janji lalu pergi. Rasnya enteng bagimu melakukan hal seperti ini.

Lalu datang dengan permintaan maaf, dengan mudahnya kau mengucapkanya.

Aku ingin berada di posisimu. Yang mudahnya bilang untuk mengakhiri, yang mampu mengatakanya tana prasaan dan tanpa beban sedikitpu di mulutmu itu.

***

Aku ingin sekali berda di posisimu. Yang mudahnya mematahkan harapan yang pernah mempercayainya.

***

PUISI Cerita yang Telah Usang

 

Tanda Tanya

Apa yang kurasakan kali ini

Seperti tak bermakna

Tak bertanya di dalam rasa

Suguh tragis

Angina-angin berlalu

Tanpa halu

Seperti raga ini

Yang tak mampu mencari jati diri

***

Tak Saling Sapa

Aku diam dank au diam

Semesta resah datang takala kita tak saling sapa

Hanya siulan-siulan angina malam

Tanpa kuasa dan suara

Mari kita akhiri keresahan ini

Aku tak ingin begini

Malu pada jangkring-jangkrik itu

Sejak tadi bercumbu

Tanpa memperdulikan kita berdua

Ah.. kasihku

Ayolah berkata

Jangan begini aku tak kuasa

***

Cinta ini

Cinta ini tak mengeja nama

Tak meraba Agama

Tak melihat Kasta

Percayalah cita ini tulus

Percayalah suci prasaan tanpa prasangka

Mari bersamalah denganku jalani ikatan cinta

***

Aku Dan Dia berbeda

 

Aku adalah Aku

Aku ya inilah Aku

Aku bukanlah Dia

Dia adalah Dia

Bukanlah Aku

Aku dan Dia janganlah kau bandingkan

Ataupun di samakan maupun di sandingkan

Biarlah Aku jadi Aku

Dan, Dia biarlah jadi Dia

***

Cita Tanpa Pamit

Cinta itu menyedihkan

Datangnya itu tidak tau ranah dan aturan

Perginyapun begitu saja tanpa pamit

Memang suguh pahit

Datanya tanpa tau waktu

Tanpa tau tempa maupun keadaan

Perginyapun begitusaja

Tanpa permisi ataupun pamit

***

Aku dan Kamu

Aku dan Kamu

Antara jarak dan Waktu

Yang terpisah oleh jarak

Yang tak mapu bersatu

Hanya soal waktu

Aku, kamu dan Waktu

Di titik berbeda dengan langit yang sama

Di bawah gemerlap bintang dengan sejuta Rindu

Aku dan Kamu

Hanya mampu saling menjaga

Kepercayaan

Dan, yakinlah Aku akan kembali

Percayalah!

 ***

Kenagan

Kini kau pergi tankan kembali

Surat-surat tanpa balas kembali

Janji-janjijadi angan berlalu pergi

Ucapan mu mebusuk ditelinga

Menjadi batu di hati

Senaknya ku sigah lalu pergi

Berlabuh kembali

Tanmpa kembali

Hanya mampu menjadi kenangan di ujung hari

***

Setangkai Bunga

Setangkai bunga ku ikat

Seikat hati kurasa

Sepertiganya yang terasa

Rasa Rindu yang menjadi hampa

Dalam renungan aku bertanya

Tentang perihal yang kurasa

Kekecewaankah?

Aku hanya mengikat bunga

Telepaslah ikatanya

Berlalulah kenagannya

***

Di Savana

Di savana kudengan siulan merdu

Mengiringi langkah-langkah yang syahdu

Kabut sendu menjadi angan terus berlalu

Menjadikan Rindu

Bentangan di Khalustiwa membawa kisah lalu

Membuatnya semakin me-Ridnukanya

***

Diamku

Diamku

Diamku kali ini tanpa kata

Terdiam banyak prasanka

Tak ter ucap sepatah kata

Ada yang ku sampaikan tanpa jeda

Injinkanlah terlebih dulu aku untuk bertanya

Jangan kau jengan menyimak perkalimat dengan rasa

Hanya ingin berdebat rasa

di keheningan seja

perihal rasa yang di pertanyakan

yang tak berkesudahan

yang masih penuh tanda Tanya

***

Ijinkan Aku Membenci-Mu

Kasih yang teramat ku cinta

Teramat ku sayang

Tuk sekian kali mengecewakan

Ijinkanlah Aku membencimu

***

Menolak Rindu

Aku pergi seorang diri

Tanpa kawan dan kasih

Biarlah Aku pergi

Katnya aka nada Rindu saat kita pegi

Tidak!

Aku menolak untuk me-Rindu

Aku takan kembali

Biarlah aku tetap pergi sendiri

Mencari hunian baru

Sampai aku dan tanah bersatu

Aku menolak me-Rindukanmu

***

Kebalilagi Januari

Januari kau pergi

Tak kembali

Meningalkan sepucuk surat kau beri

Tanpa pamit, tanpa menujukan diri

Aku hanya mampu bersedih meratapi kepergianmu

Januari tahu baru

Kau kembali datang pada ku

Meminta dan memohon berlabu padaku untuk menjemputmu

Di pulau jauh tak tentu

Tanpa rasa malu

Kau memintaku mengapai kembali

Aku yang telah rapuh

 ***

Samarnya Aku

Teriaku di telan hutan

Tak terdengar sampai luar

Gerakanku kaku di makan waktu

Tak terlihat, hanya semu

Kataku samar tak terlihat makna

Tak terbentuk kalimat

Hanya samar di manipualasi oleh ambisi

***

Tak Mau Terus Bersedih

Tak ingin aku berlarut-larut

Kesedihan sudah berlalu

Diapun telah berlalu

Sudah taka da cerita

Ataupun gambaran kisah

Tak ingin aku bermuluk-muluk terus

Kini kesedihan sudah usai

Datanya tawa

Ceritalama menjadi bencana

Kini taklagi terus terjebak cerita

Aku sudah tertawa melepas jera

Dari sedih yang tak berkesudahan

***

Sewindu

Satu, dua, tiga

Hari telah berlalu

Bulan dan bulan telah bertemu

Taun terus bergati

Waktu terus berporos

Kemana sayangku?

Tanyaku

Kapan kau kembali?

Teriaku

Sewindu pun kan ku tunggu

 ***

Ia Benar Pergi

Ia benar-benar pergi

Takan kembali

Aku tak tau

Ia kan kembali atau tidak

Petualangnya suguh tak ku ketahui

Perjalanya tak meberikan pertanda

***

Dirimu

Dirimu

Satu

Hanya Satu tak terbilang lagi

Tak tertakar lagi

Takan kutemukan lagi

Takan pernah kudapatkan lagi

Takan pernah tergantika

Maupun di gantikan

***

Rindu Itu Asik

Rindu itu memang asik

Seperti kopi

Memiliki sisi pahit

Menengaknya sampai habis

Higa tersisa ampasnya

Bukanya kau menikmatinya

Walaupun sedikit pait

Begitulah Rindu

***

Sendiriku Sepi

Sendiriku sepi

Diluarpun angina tanpa peduli

Tetap diam tak mengerakan pohon berdiri yang menjulang tinggi

Hanya secangkir kopi

Sedikit pahit dan manis

Hay nona manis

Temanilah malamku

Dengan ke-Sepianku

Untuk mala mini saja

Agar angina itu cemburu pada kita

 ***

Sore ini

Sore ini ku kira ada senja

Melainka kelabu yang menyapa

Ku kira ada cerita sore ini

Melainka duka yang datang

Kukira ada canda dan tawa

Tetapi takan ada

***

Kau Tau

Kau tau?

Tak adayang setangguh aku

Setegar diriku

Kau tau?

Tak mampu ada yang mampu menahan seperih ini

Luka yang selalu di tutupi

Tersenyum di kegetiran

***

Apa yang kupunya

Apa yang ku harus sombongkan?

Kaya diripun tak punya

Apayang harus ku banggakan?

Cinta yang tulus padaku pun tak ada

***

Kamu

Kamu

Dan, kamu

Perihal kamu

Kau adalah bait saja-sajaku

Puisi semestaku

***

Aku yang Selalu Menerima-Mu

Biarpun kau pergi tanpa peduli

Kau harus mampu memahami

Cintaku ini

Membuatku bertahan sampai saat ini

Bilamana kau datang kembali

Memohon untuk memperbaiki

Kan kucoba lagi membuka hati

Memberimu kesepatan tuk kedua kali

Walaupun banyak omongan tak usah kau beri

Percuma saja akan menyakitkan lagi

Perihal itu, aku tak peduli

Semoga kau benar-benar memperbaiki dirimu sendiri

 ***

Bila Aku Mati

Dan bila mana waktu

Berhenti, takanlama ku akan mati

Cahaya redup kembali

Hanya di terangi lilim

Tak mampu lama

Lalu mati

Harapan sirnah kembali

Hanya segengam hati

Dibawa pergi

Lalu di tingal mati

Kini taka da yang di cari

Tak ada pula yang di tunggui

Tak pula mencari

Ataupun menunggu di tungu

***

Kau Tak Adil

Kau jahat

Menyelinap di setiap ingatan

Bersajak di  setiap kataku

Mengintip di setiap pagi

Berdiam di hati

Lalu…

Perlahan kau menambahkan bait kenangan

Dan saat itu juga aku harus mencarimu

***

Aku Dan kamu Yang Pernah Saling Memuji

Aku pernah menyukaiseseorang

Maupun disukai

Akupun pernah menyakiti seseorang

Maupun di sakiti

Perihal segalanya yang pernah di alami

Semoga semuanya menjadi pelajaran bagiku maupun olehmu yang pernah saling memuji

***

Katamu

Katamu Aku terbaik

Katamu Aku perkasa

Katamu Aku kuat

Katamu Aku segalanya

Katamu aku hanya teruntukmu

Nyatanya kini

Aku terlemah

Aku yang terbenci

Aku yang terbelakang

Bagimu

Kini dan selamanya

***

Aku Yang Tak Berani Menyapamu

Kucoba berkutat dalam mimpi

Dalam mayapun tak berani menyapamu

Bagai mana dalam Dunia yata seperti ini

Aku hanya mampu menciptakan Duniaku dalam mimpi

Berani menyapamu

Menghampirimu

Bercakap denganmu

Dan, mencintaimu

Nyatanya Aku pengecut bagimu

 

Tinggalkan Komentar

Berita sebelumyaCinta itu Duka (bag 20)
Berita berikutnyaPerihal Kau
Indra wijaksana atau pangilang akrabnya Bang, ia larir di Subang, 13 November 1997. Dia Anak ke dua dari dua bersodara. Sekarang sedang study di salasatu Universitas yang ada di Yogyakarta. Bang sering berselancar di sosial media, bisa di temuinya di Ig, @indra_wijaksana.