Menjadi Penghafal Al-Qur’an

0
308

Menjadi Penghafal Al-Qur’an

Mendekati ujian termin dua Universitas Al-Azhar Mesir , Ikapmi Mesir dikejutkan dengan kabar gembira (03/04/18), Cici Purwati, alumni Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami angkatan Zumratul Mazaya 16, telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 Juz dibawah bimbingan Majelis Qur’an Abu Amru Abbas El-Akkad Kairo(Maquroo), di Madinet Nasr, Kairo, Mesir.

Terharu dan bahagia melihat teman seperjuangan semangat menghafal kalam ilahi. Di zaman yang penuh dengan berbagai ujian dan godaan. Di saat para pemuda dan pemudi digerakkan ke berbagai macam kegiatan yang kurang bermanfaat. Namun, mahasiswi cantik asal Tangerang ini bisa meluangkan waktunya untuk Al-Qur’an. Merupakan sebuah kebanggaan terbesar, Allah SWT menganugerahkan kepadanya kemampuan dan kekuatan hafalan.

Orang tua siapa yang tidak bangga melihat anaknya hafal Al-Qur’an. Sejak kecil anak-anak dikenalkan oleh orang tuanya dengan huruf-huruf hijaiah, Alif Ba Ta’ Tsa Jim sampai seterusnya. Dengan penuh kesabaran dan ketulusan membimbing sampai betul menguasai; bisa membaca, menulis dan menghafal.

Tidak berhenti begitu saja, ada banyak tahapan untuk bisa membaca Al-Qur’an. Orang tua membimbingnya membaca Al-Qur’an sesuai dengan ilmu tajwid dan ilmu qiraah. Semua itu dilakukan dengan penuh kesadaran dan kedisiplinan. Bagi orang tua yang tidak memiliki waktu leluasa, karena kesibukan mencari nafkah keluarga, dapat menitipkan anaknya ke pesantren atau sekolah agar anaknya mendapatkan hak pendidikan yang baik.

Kita sepakat bahwa Al-Qur’an adalah pedoman hidup manusia. Petunjuk menuju kebenaran, kebahagiaan dan keridhoan. Siapapun yang menginginkan kebenaran yang hakiki, mengetahui rahasia-rahasia kehidupan ataupun kehidupan yang lebih baik, maka bersahabatlah dengan Al-Qur’an. Hiasi hari-hari kita dengan Al-Qur’an.
Sesungguhnya menghafal Al-Qur’an adalah perbuatan yang mulia, sangat mungkin untuk dihafal oleh orang muslim. Lebih mulia lagi apabila dapat mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an.

Untuk memahami betapa pentingnya menghafal Al-Qur’an, cukuplah dengan merenungi pahala bagi yang membacanya. Apabila kita mengetahui besar pahalanya bagi orang yang membaca Al-Qur’an, bagaimana agungnya pahala bagi orang yang menghafalnya.

Sudah menjadi hal yang lumrah, bahwa seorang penghafal Al-Qur’an dipastikan banyak membaca. Ia akan terus-menurus membaca sampai hafalanya benar-benar mutqin(kuat). Dan ia akan selalu muraja’ah (mengulang-ngulang) Karena khawatir hafalanya akan pupus seiring berjalannya waktu.

Al-Qur’an mengajarkan kita nilai kepekaan dan kedisiplinan. Seorang penghafal Al-Qur’an memiliki beban yang sangat luar biasa. Ia harus mengatur waktu, kalau tidak, ia akan diatur waktu. Ketika waktu telah disusun rapi, berawal dari bagun tidur sampai tidur kembali. Seorang penghafal Al-Qur’an harus peka dan komitmen. Jangan sampai karena kesibukannya, menjadikan dirinya lalai dan hafalan pun hilang. Semua itu harus disertai dengan kegigihan dan kesabaran menggelora.

Sungguh mulia akal dan jiwa manusia yang digunakan untuk menghafal, memahami dan mentadabburi mukjizat agung Nabi Muhammad SAW. Kalam Allah yang memiliki makna balaghah yang tinggi, sehingga para penyair arab terdahulu tidak dapat membandinginya. Sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-baqarah ayat 23.

Menghafal 30 Juz Al-Qur’an itu sulit, akan tetapi untuk murajaahnya itu yang lebih sulit.  Oleh karena itu,  seorang penghafal Al-Qur’an harus selalu menjaga waktu, disiplin dan komitmen,  agar tidak lupa. Apabila seseorang sudah menghafal, maka murajaahnya (mengulang-ulang) harga mati.

Begitu kuat komitmen seorang penghafal Al-Qur’an, sampai menjadikan murajaah menjadi harga mati. Semua itu karena, tidak ada seorang pun yang rela, apabila yang dicintainya, sesuatu yang selalu diucap dibibir bahkan di hati, pergi begitu saja.
(by. Hudaili Abdul Hamid)

Tinggalkan Komentar