Imtihan

0
212

Imtihan
Imtihan secara etimologi berasal dari bahasa arab yang berbentuk masdar dari kata “imtaha” yang berarti ujian, tes, percobaan dan eksperimen. Adapun secara terminologi imtihan merupakan sesuatu yang dipakai untuk menguji kemampuan, kepandaian, keahlian, atau hasil belajar dan sebagainya.
Para pakar mengatakan bahwa “imtihan” merupakan suatu kegiatan terbatas untuk mengukur kemampuan seseorang. Imtihan juga dijadikan sebagai acuan evaluasi untuk menilai seberapa jauhpengetahuan yang telah dikuasai dan keterampilan yang sudah diperoleh. Setelah mengetahui kadar kemampuan, seseorang menjadi termotivasi atau terdorong untuk meningkatkan mutu semangat belajar.
Dalam Al-Qur’an disebutkan dalam Surat Al-Hujurat(49) Ayat 3

“Sesungguhnya orang-orang yang me-rendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk ber-takwa. Mereka akan memperoleh am-punan dan pahala yang besar”.
Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di dalam majelis Rasulullah demi penghormatan kepadanya, mereka itulah orang-orang yang hatinya telah dibersihkan oleh Allah SWT bertakwa. Maka bagi mereka ampunan yang luas atas dosa-dosa mereka dan pahala yang amat besar.
Imtihan- dengan kasrahnya alif dan Ta’- adalah yang sedang saya pikirkan dan selalu membuat hati deg-degan. Setiap mahasiswa di Universitas Al-Azhar dibebankan dengan berbagai macam muqorror(diktat kuliah) yang harus baca dan dipahami bahkan dihafal. Mengingat ujian di Universitas islam tertua ini dikenal sangat angker, karena sulitnya mata kuliah yang diajarkan di setiap fakultas, dan ini yang membuat Universitas Al-Azhar, Mesir, berbeda dengan kampus yang lainnya.
Sebagimana yang kita tahu bahwa mahasiswa di Al-Azhar, Mesir, tidak hanya menghadiri mata kuliah di Jami’ah(kampus) saja sebagaimana kampus yang lainnya, akan tetapi mahasiswa Al-Azhar Mesir khususnya dari Indonesia mengikuti kegiatan Talaqi di Jami’(Masjid) Al-Azhar,; mengaji kitab-kitab Turast(kalau di Indonesia kitab kuning) bersama ulama yang luas ilmunya.
Tidak hanya itu, mereka sangat aktif diberbagai organisasi keislaman demi menunjang mutu dan kualitas pendidikan. Karena salah satu syarat untuk menjadi sukses tidak hanya kecerdasan dan keberhasilan akademik, akan tetapi butuh keterampilan dan bakat baik dalam kepemimpinan atau kepakaran. Sehingga keduanya saling bersinergi menuju kesuksesan di masa depan.
Mendekati ujian di termin 1 ini, belajar bersama dan diskusi sudah sangat lumrah di kalangan Masisir(Mahasiswa Indonesia Mesir), saya dan teman-teman mencoba mebiasakan berkumpul walaupun setengah jam saat waktu istiharat untuk membahas ulang pelajaran. Berdiskusi dengan ditemani secangkir kopi bagi yang suka ngopi, atau teh bagi yang nge-teh. Kurang afdhal apabila tidak ada To’miyah Bil Baidh( Makanan Masyarakat Mesir, roti isy dengan telor rebus). Laula To’miyah Ma Ijtama’na. Kalau tidak ada To’miyah kita tidak berkumpul, Begitu kira-kira. Hehehe……..
Setidaknya ada sedikit tips sukses belajar yang saya simpulkan menjadi 6 buah setelah selesai berdiskusi tentang pelajaran.
1. Menghormati dan minta do’a dari orang tua dan guru
Rahasia yang pertama dan harus diutamakan adalah hormati orang tua dan guru serta minta do’a dan ridhonya. Saya rasa hampir tidak ada mahasiswa durhaka pada dua orang tua dan guru akan sukses belajar? Boleh dipastikan mahasiswa yang tidak menghormati, sering melawan kepada orang tua dan guru, akan meraih prestasi belajar?
2. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses
Mengapa siswa memperoleh ilmu dan prestasi rendah? Salah satunya adalah kurangnya himmah atau keinginan bahkan tidak adanya motivasi untuk meraih sukses. Ia datang dan pulang tidak membawa hasil, hanya mengikuti perjalanan bus. Rugi. Oleh sebab itu, supaya sukses belajar kita harus memiliki motivasi yang tinggi. Seperti kata leluhur, bermimpilah setinggi langit yang tak berbintang.
3. rajin melakukan ibadah
Tips yang ini harus dilakukan, wajib hukumnya. Karena kita menuntut ilmu Allah SWT dan hanya Dia-lah yang memberi petunjuk yang benar. Maka kita harus taat terhadap perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Jangan hanya ketika ingin menghadapi ujian taat beribadah, lalu setelah selesai ujian kembali lagi ke habitat yang lama. Jadikan ujian sebagai pengingat, bahwa kita tidak selamanya senang dan bahagia, ada saatnya sengsara dan sulit. Seperti kata leluhur, roda itu berputar.
4. mengetahui belajar yang efektif
Mahasiswa yang akan sukses belajar bila mengetahui cara belajar yang efektif. Belajar yang rajin dan tekun semata itu tidak cukup untuk meraih kesuksesan. Jadi, agar sukses belajar, sinergikanlah ketekunan dengan kecerdasan memilih metode yang efektif. Seperti kata ibu saya, belajar dan menghafal pelajaran itu paling mudah setelah selesai sholat shubuh.
5. menjaga keseimbangan aktifitas
Orang yang sukses belajar ialah orang yang disiplin, bisa mengatur waktu dengan baik. Dari sejak bangun tidur sampai tidur kembali. Bukan diatur oleh waktu tapi ia yang mengatur waktu. Seperti kata guru SD, hidup disiplin itu indah.
6. menjaga kesehatan jasmani
Menjaga kondisi kesehatan jasmani sangat mempengaruhi aktivitas. Tubuh yang sehat sangat memungkinkan mahasiswa untuk berkonsentrasi dan semangat belajar. Selain berolahraga(main futsal) dengan rutin juga mengkonsumsi makan yang sehat dan halal. Seperti kata Ulama, Di dalam jiwa yang sehat terdapat di badan yang sehat. Kenapa badan yang sehat kenapa tidak badan yang kuat? Yang kuat belum tentu sehat tapi yang sehat sudah bisa diyakinkan kuat.
Mohon do’a mudah-mudahan dimudah segala urusan, dimudahkan dalam memahami dan menghafal Al-Qur’an, Hadist serta ilmu-ilmu yang lainnya. Dilancarkan dan diberkahkan rezeki. Bisa mengamalkan segala ilmu-ilmu yang didapat. Bermanfaat bagi dir sendiri, keluarga, tetangga, masyarkat serta orang banyak.
Gamalea, Cairo. Selasa 19 Desember 2017 / 10.30 Clt

Tinggalkan Komentar