Secangkir kopi

0
612

Meneguk secawan kopi

Berteduh dibawah pohon rindang

Saat matahari kian terbit

Sinarnya menjulang kelangit

Dan disana kudengar kicauan burung pipit

 

Kulihat para nelayan membelai perawakan kapal

Mengelus-elusnya dengan penuh kasih sayang

Seakan mereka seperti seorang duda berabad lamanya

Aku bertanya-tanya dan mengada-ngada

Tidakkah mereka memiliki sehelai kotak sutra

Yang dipersembahkan kepada seorang juwita

Kala deraian angin mulai menyapanya

 

Namun saat kopi kuteguk kembali

Sampat terlintas dalam angan ini

Mungkin inilah jalan yang mereka tapaki

Demi menafkahi anak istri dengan senampan nasi

Sedang aku apalah aku

Perantau dari sungai hulu

Betahun-tahun hanya bergelut dengan buku

Saat ini kecakapanku hanya bisa meneguk kopi susu beraroma kupu-kupu

Menghamburkan recehan

Dengan angan menjadi yang di agung-agugkan

Tinggalkan Komentar