Sepotong Cerita Setiap Pagi

0
35
pagi
pagi

Bangun pagi sudah menjadi rutinitas manusia di seluruh dunia. Secara alami manusia akan terbangun di pagi hari setelah semalaman mengarungi mimpi. Kalau pun ada yang setelah bangun, kamudian tidur lagi itu hanya pengikut almarhum Mbah Surip.

Setelah bangun langsung mandi. Menghadap ilahi. Persiapan kerja. Kalau masih ada waktu, nonton berita. Pagi selalu berulang. Rasanay sayang jika pengulangan tersebut hanya menjadi seremonial menunggu mati. Dari pagi ke pagi, kita bangun, mandi, sarapan, nonton tivi kemudian pergi. Padahal pagi memberi peluang bagi kita untuk berbuat lebih.

Pagi begitu istimewa. Baban yang lelah telah selesai dibaringkan. Pikiran yang kusut telah direfresh dengan mimpi. Sinar matahari menambah stamina bagi tulang dan tubuh. Udara yang segar juga memberikan kesejukan. Maka sayang jika moment indah ini kita biarkan begitu saja. Berlalu tanpa meninggalkan jejak.

Ada sebuah alternatif membuat jejak di pagi hari. Mengoreskan pena di atas kertas bagi yang masih mencintai yang orisinal. Bagi yang suka praktis, bisa langsung nyalakan komputer. Menulis di pagi hari bisa menjadi sarapan bergizi.

Menulis apa? selama satu hari penuh tentu kita dikelilingi cerita. Dari sekian banyak cerita, bisa dipilih satu sebagai tema. Cerita di tempat kerja contohnya, atau cerita di jalan raya. Kalau selama satu hari tidak ada cerita yang dianggap menarik, bisa juga menceritakan mimpi. Mimpi yang dialami saat tidur atau mimpi berupa harapan yang belum sempat dicapai.

Menggoreskan pena atau mengetik di komputer akan menjadi indah. Bukan untuk waktu ini saja. Esok atau lusa, kita bisa membaca tulisan tersebut. Membaca sesuatu yang sudah lama, seperti membuka album photo. Sensasi indah terbayang dalam pikiran. Dan memori itu bisa membuat kita tersenyum.