Lima Bintang SWS

0
43

Sudah empat siang berlalu. Saya masih belum bisa melupakan moment itu. Sebuah cafe di margonda disulap menjadi ruang seminar. 5o orang anak muda dibagi 5 kelompok. Sepuluh orang duduk mengelilingi meja. Sesi presentasi kelompok dimulai. Setiap orang diberi hak bicara 10 menit di hadapan teman sekelompok.
Riuh suara terdengar menggema di cafe yang belum lama dibuka itu. Presenter selesai bicara, audience mulai mengajukan tanya. Diskusi pun terjadi. 50 orang mengasah kemampuan. Ilmu public speaking yg ditempa setiap malam minggu di panggung muhadharah tumpah ruah.
Selesai presentasi dan diskusi, setiap anggota kelompok berhak memilih satu orang presenter terbaik di kelompoknya.
Dan lima terbaik pun muncul. Dari kelompok santri dan indonesia terpilih Rizki Maulana pesantren roudhotul hasanah medan. Dari kelompok toleransi dalam islam terpilih muhammad rafi pesantren ar Rahmah Jogja. Kelompok urgensi menjadi santri terpilih sidik nur thoha pesantren krapyak jogja. Kelompok mediasi konflik terpilih anas rolli muchlisin pesantren al muchlis jogja. Kelompok islam dan terorisme terpilih robbah munjiddsin ahmad pesantren daruttauhid tuban jatim.
Lima orang santri terbaik ini diberi kesempàtan presentasi di hadapan semua peserta. Sebagai juri, saya mengamati di sisi kiri ruang. Penampilan pertama robbah dari tuban. Santri salafiyah yang menghadirkan kitab kuning sebagai solusi penangkal terorisme. Merinding saya dibuat penjelasan santri satu ini. Robbah nampak seperti tokoh reformatif konservatif. Dia ingin merubah paradigma pesantren sebagai sarang teroris denga pendekatan kitab kuning. Bagi robbah pemahaman yang benar terhadap kitab kuning sudah cukup untuk membentuk manusia toleran nan moderat. Secara tersamar santri asal tuban ini menyatakan santri bukan teroris. Sebaliknya santri itu tipe manusia paling toleran dan moderat.
Berikutnya rizki maju ke depan. Santri asal aceh ini menghentak lewat suara menggelegar. Kepercayaan dirinya tinggi, serasi dengan postur tubuhnya yang menjulang. “Santri bisa menjadi pemimpin bangsa” teriak rizki sambil mohon doa bisa jadi gubernur suatu hari nanti.
Sidik dapat giliran maju. Baginya persoalan bangsa dapat diatasi dgn satu solusi. Santri intelegensia. Santri kelompok masyarakat yg masih menjunjung tinggi adagium adab fauqol ilmi. Akhlak lebih utama dari ilmu. Intelegensia kelompok cerdik pandai yg bertindak secara rasional dan efektif. Sebuah kombinasi paripurna.
Anas menawarkan penanggulangan radikalisme dengan spiritualisme. Ibadah ritual menjadi jembatan kesholehan sosial. Dimana kedamaian dlm diri memancarkan damai ke lingkungan sekitar.
Rafi menyuguhkan konsep toleransi dalam islam untuk membumikan falsafah bhibeka tunggal ika. Perbedaan dapat diramu menjadi kekuatan dlm bingkai kesamaan tujuan. Sebagaimana tercermin dlm piagam madinah.
Sangat sulit memulih 1 dari 5 bintang yang bersinar terang. Kelimanya memiliki kekuatan unik. Tanpa mengurangi penghormatan kpd yg lain, saya pun memilih satu terbaik.
Sidik Nur Thaha, santri intelegensia. Sebuah konsep paripurna yg sangat mungkin dibuat nyata. Santri indonesia harus menjaga nilai2 lama yg baik dlm hal ini adab fauqol ilmi. Dan harus berani mengambil hal baru yg maslahah, iptek.
Rasanya masih ingin bersama dengan 50 orang peserta santri writer summit. Sehingga tak sabar menanti tahun berganti. Menyongsong santri writer summit 2018.

Summary
Lima Bintang SWS
Article Name
Lima Bintang SWS
Description
Sudah empat siang berlalu. Saya masih belum bisa melupakan moment itu. Sebuah cafe di margonda disulap menjadi ruang seminar. 5o orang anak muda dibagi 5 kelompok. Sepuluh orang duduk mengelilingi meja. Sesi presentasi kelompok dimulai. Setiap orang diberi hak bicara 10 menit di hadapan teman sekelompok. Riuh suara terdengar menggema di cafe yang belum lama dibuka itu. Presenter selesai bicara, audience mulai mengajukan tanya. Diskusi pun terjadi. 50 orang mengasah kemampuan. Ilmu public speaking yg ditempa setiap malam minggu di panggung muhadharah tumpah ruah. Selesai presentasi dan diskusi, setiap anggota kelompok berhak memilih satu orang presenter terbaik di kelompoknya.
Author
Publisher Name
Santrinulis
Publisher Logo