Jihad Santri Zaman Now

0
87

Ada kisah menarik di pelajaran motholaah. Santri pasti hafal. Kisro wa fallahu syaikh. Kisah seorang raja persia dan petani tua. Raja Persia yg gemar blusukan bertemu dgn petani tua di sebuah kebuh di pinggiran kota. Si petani sedang menanan tunas muda.
‘Orang tua, apa yang sedang kamu tanam?’ Tanya raja.
‘Saya sedang menanam tunas kelapa’
Mendengar jawaban si kakek, raja geleng kepala.
‘Kamu tahu tunas kelapa itu lambat tumbuh? Kamu sudah tua, mana mungkin bisa memanen buahnya.’ Si petani diam sejenak. Dengan tenang, petani tua membuka suara.
‘Qod gharasa man qoblana, faakalna. Wa nagrisu liya’kula man ba’dana.’ Petani membuat raja terkagum.
Semenjak pertama saya mendengar kisah ini, sampai sekarang masih tetap merinding. Kalimat terakhir itu menohok saya. Sebagai generasi penerus, saya menikmati warisan. Terkadang melenakan. Sudah ada, dinikmati. Padahal ada saatnya habis dan terkikis. Pak tani tua menegur saya. Kalau warisan itu dinikmati dan dihabisi, apa yang akan saya tinggalkan untuk generasi setelah saya.
Di momen sumpah pemuda, sekligus ulang tahun santrinulis ke 5. Kebetulan juga santrinulis mengadakan acara santri writer summit. Dalam rangkaian peringatan hari santri nasional.
Terlecut hati saya untuk menggubah kalimat petani tua di atas.
“Qod kataba man qoblana, faqoro’na wa ta’alamna. Wa naktubu liyaqroa wa yata’alama man ba’dana.
Kita sebagai generasi penerus mendapat banyak ilmu dari masayikh terdahulu. Imam Al Ghazali menulis ratusan kitab dan mewariskannya kepada kita. Imam nawawi al bantani pun demikian. Begitu juga syaikh Hasyim As’ari dan Buya Hamka. Mereka para ulama telah menulis kita yang menerangi kehidupan intelektual serta keimanan kita. Darinya kita mengerti akan makna hidup. Warisan karya tersebut menjadi semaca peta perjalanan yang mengarahkan kaki kita melangkah. Kita diarahkan, diterangi dan ditemani. Kemudia, apa yang akan kita wariskan kepada generasi setelah kita?
Saatnya nahnu naktubu. Ini jihad santri zaman now. Santri yang peduli masa depan penerusnya. Warisan tulisan yang akan terus menerangi hidup.Selamat hari sumpah pemuda/selamat hari santri

Summary
Jihad Santri Zaman Now
Article Name
Jihad Santri Zaman Now
Description
Ada kisah menarik di pelajaran motholaah. Santri pasti hafal. Kisro wa fallahu syaikh. Kisah seorang raja persia dan petani tua. Raja Persia yg gemar blusukan bertemu dgn petani tua di sebuah kebuh di pinggiran kota. Si petani sedang menanan tunas muda. 'Orang tua, apa yang sedang kamu tanam?' Tanya raja. 'Saya sedang menanam tunas kelapa'
Author
Publisher Name
Santrinulis
Publisher Logo