Santri’s Journey #4

0
40

Catatan #4

Nama lengkapnya Encep Abdul Mukhtar Asy-ari, biasa di panggil Encep. Adalah salah satu santri di pondok pesantren ini yang paling muda. Ia hanya menyelesaikan pendidikannya sampai pada jenjang Madrasah Tsanawiyah (SMP) saja dan memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di pondok pesantren.

Di waktu senggang, aku sering mengajaknya untuk berbincang atau sekedar menikmati keindahan alam di sekitar pondok pesantren.

Mungkin di antara semua santri yang aku lihat, Encep adalah anak yang paling sederhana, ketika diantar orangtuanya ke pondok pesantren, ia hanya diberi bekal beras untuk dimasak. Pantas saja selama aku berada di sini, aku tidak pernah melihatnya pergi ke warung untuk membeli jajanan atau sesuatu seperti yang lainnya kecuali hanya memebeli bahan pokok untuk memasak yang uangnya dikupulkan dari iuran santri dan itu pun Encep tak pernah ikut iuran uang, ia hanya ikut iuran beras yang ia bawa dari rumah saja.

Namun di balik kesederhanaannya ia juga merupakan santri yang paling rajin dalam urusan pengabdian pada pondok pesantren. Ia rajin menyapu halaman rumah kyai, teras, mushola serta membersihkan lantai dan karpetnya.

Selain itu, Ia memikili semangat belajar agama yang besar dan juga rasa ingin tahu yang tinggi terhadap segala sesuatu. Jadi tak salah ketika terkadang sesekali ia melihatku memotret walau hanya dengan smartphone, ia selalu bertanya untuk apa, bagaimana tekniknya, seperti apa cara editing fotonya yang merupakan hal baru baginya.

Sesekali ia bercerita tentang kehidupan keluarganya, kegiatannya ketika di rumah. Mungkin aku tidak akan bercerita lebih jauh tentang latar belakang kehidupannya. Tapi dari penggalan-penggalan kisah hidup yang ia ceritakan, aku banyak belajar untuk lebih bersyukur. Ternyata di balik hal-hal yang sering kita keluhkan pada Allah, masih banyak orang lain yang bisa lebih menerima apa yang telah Allah berikan meskipun dalam keadaan tersulit sekalipun.

Janji Allah dalam al-Quran surah Ibrahim ayat 7:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ.
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan. “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.

Santri’s Journey #4