Santri’s Journey #3

0
44

Catatan #3

Ada beberapa kegiatan baru yang belum pernah aku alami sebelumnya, seperti mencari kayu bakar, memasak di atas tungku, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Biasanya kami mulai memasak setelah selesai pengajian kitab pada pukul 10.00 WIB. Tugas pertama mengumpulkan 1 gelas beras dari masing-masing santri, kemudian mengumpulkan uang Rp. 2000 dari setiap santri.

Setelah itu, ada yang bertugas menyalakan api, mencuci beras, belanja lauk dan sayur dari uang yang telah kami kumpulkan.

Menu yang paling sering kami hidangkan, nasi putih, sambal terasi, ikan asin, jengkol muda dan sayur yang hanya di kukus atau dimasak dengan mie instan kemudian dihidangkan di atas daun pisang.

Sederhana memang, tapi nikmatnya luar biasa. Setiap hari masak dan makan bersama. Memang pada realitanya bukan kami tidak mampu, tapi inilah pelajaran hidup yang guru kami berikan dan harus kami jalani selama belajar di pondok pesantren ini.

Inilah yang disebut edukasi yang tidak ada di bangku sekolah atau pun di bangku kuliah. Tidak ada di ujian akhir atau pun skripsi.

Santri’s Journey #3