Santri’s Journey #6

0
55

Catatan #6

وقال عليه الصلاة والسلام: إذا مَاتَ العَالِمُ بَكَتْ عَلَيْهِ أَهْلُ السَّمَوٰاتِ والأَرْضِ سَبْعِينَ يَوْما وقال عليه الصلاة والسلام: مَنْ لَمْ يَحْزَنْ لِمَوْتِ العَالِمِ، فَهُوَ مُنَافِقٌ مُنَافِقٌ مُنَافِقٌ. قالها ثلاث مرات

Nabi saw bersabda: Jika seorang alim (berilmu) meninggal dunia, maka penduduk langit dan bumi menangis selama tujuh hari. Dan sabda Beliau saw: Barang siapa tidak bersedih atas wafatnya seorang alim, maka ia munafik, munafik, munafik. Nabi saw mengucapkannya tiga kali.

Tepat pada tanggal 24 Oktober 2017 bertepatan dengan tanggal 4 Safar 1439 H, pimpinan pondok pesantren Darut Tholibin yaitu KH. Sirojuddin Fauzi meninggal dunia. Seorang ulama karismatik yang memiliki semangat belajar dan mengajar yang amat luar biasa bahkan dalam keadaan apapun. Beliau tidak pernah meminta biaya sepeserpun pada setiap santri yang ingin belajar di pondok pesantrennya, semua fasilitas diberikan secara gratis.

Kesedihan yang amat luar biasa untuk keluarga dan para santri ketika mengetahui kyai yang sekaligus yang menjadi orangtua di pondok pesantren telah meninggal dunia. Tak ada yang bisa keluarga dan para santri lakukakan selain mendoakan beliau.

Manusia hanya bisa berencana, Allah lah yang maha menentukan segalanya. Mungkin kalimat itu yang selalu aku ingat, karena niat pertama aku datang di pondok pesantren ini adalah untuk belajar selama setahun penuh, namun takdir berkata lain, baru menginjak satu bulan aku belajar, kyai mendapat cobaan berupa penyakit struk.

Beberapa kali sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Dengan pengawalan Para santri yang silih berganti untuk menemani dan menjaga kyai dan keluarga pada saat di rumah sakit. Setelah beberapa hari di rawat, akhirnya dokter memberi izin untuk istirahat di rumah. Tak berhenti di situ, keluarga mencoba untuk membawa kyai pada pengobatan lain yang berupa terapi. Namun tak kunjung membuahkan hasil. Sampai pada akhirnya tanggal 24 Oktober 2017 yang bertepatan dengan tanggal 4 Safar 1439 H pukul 14.00 WIB kyai menghembuskan nafas terakhirnya.

Semoga Allah terima Iman serta Islamnya dan Allah tempatkan di surga yang paling tinggi drajatnya. Semoga keluarga diberi kekuatan dan ketabahan. Juga segala ilmu yang telah beliau berikan pada para santri, menjadi ilmu yang bermanfaat. Amin

Santri’s Journey #6