Santri’s Journey #1

0
36

Catatan – #1

Kembali aku memulai perjalanan untuk menimba ilmu, setelah Sebelumnya aku telah menyelasaikan studiku selama 4 tahun di Surabaya. Kini waktunya bergeser sedikit lebih dekat dari kampung halaman, yaitu di kabupaten Cianjur tepatnya di salah satu Pondok Pesantren yang tak banyak santrinya, bahkan tak lebih dari 20 orang santri saja yang menimba ilmu di pesantren ini setiap tahunnya.

Namun alumninya banyak yang telah menjadi seorang pemuka agama dan memiliki pondok pesantren. Semua materi yang diajarkan serta proses belajarnya pun kali ini sangat berbeda dengan apa yang telah aku alami sebelumnya, yang mana kitab-kitab klasik (kitab kuning) lah yang menjadi kajian utamanya.

Metode belajarnya biasa disebut pasaran yaitu semacam menterjemahkan kata demi kata dalam kitab-kitab kuning hingga tamat (ngalogat) dengan dibimbing langsung oleh pimpinan pondok pesantren yang sesekali menjelaskan permasalahan yang sekiranya sangat rumit. Metode semacam ini memang bukan untuk orang-orang yang pertama kali belajar di pondok pesantren (mondok) karena metode ini lebih bertujuan pada ngalogat sampai tamat dengan waktu yang sudah ditentukan.

Materi dimulai dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB, kemudian dilanjut pada pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB dan terakhir dimulai pada pukul 19.30 WIB hingga pukul 21.30 WIB. Merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa berharganya bisa menuntut ilmu di tempat ini.

Tak hanya ilmu-ilmu agama yang aku dapatkan, lebih dari itu banyak sekali pelajaran hidup yang sangat penting dan membuka mata untuk semakin bersyukur.

Santri’s Journey #1