Santrinulis Training Center

0
76

Santrinulis Training Center
Untuk Generasi Islam yang Bermartabat dan Bermanfaat.

Hidup ini pinjaman. Allah memberikan seperangkat tubuh beserta nyawanya sebagai titipan. Pada akhirnya nyawa yang ditiupkan kembali kepadaNya. Dan tubuh yang tercipta dari sari pati tanah kembali melebur menjadi tanah. Sebagai pinjaman hidup harus dikelola sesuai akad pemberi pinjaman.

Allah menyatakan “Perbuatlah sesuka hatimu, sesunguhnya apa yang kau perbuat akan diminta pertanggung jawaban.” Berdasar pernyataan ini, kita dapatkan sari pati kehidupan. Hidup ini pada intinya adalah perbuatan atau istilah Arabnya amal.
Amal atau perbuatan ada dua; baik dan buruk. Kebaikan menuntun kita kepada kebahagiaan sebaliknya keburukan menjerumusksn kita kepada kesengsaraan.
Maka dalam Al Qur’an berulang kali Allah menyeru manusia agar berbuat baik sekaligus menjauhi perbuatan buruk. Orang-orang yang suka berbuat baik mendapat limpahan kasih sayang darinya sedangkan yang gemar berbuat buruk mendapat murka.
Dengan semangat berlomba dalam kebaikan, santrinulis training center berdiri.

Visi dari pendiriannya sebagaimana tertulis di tagline, Bermartabat dan Bermanfaat.

Mengapa harus bermartabat?
Manusia adalam masterpiece penciptaan. Sebagai ciptaan terbaik, manusia diberi mesin tercanggih bernama akal. Mesin tersebut dipenuhi dengan bahan bakar bernama ilmu. Maka di atas tangan manusia nasib bumi diberikan.
Islam adalah agama paripurna. Keislaman membawa manusia ke fitrahnya sebagai insan kamil.
Kesempurnaan itu meliputi iman dan amal. Iman adalah ruh yang melandasi setiap amal. Martabat seorang muslim ditentukan oleh amalnya.
Allah menyatakan agar setiap mukmin beramal sehingga Allah Rasul dan orang-orang beriman yang lain melihat amalnya.
Amal harus dilandasi dengan tiga kekuatan: kekuatan intelektual, kekuatan finansial dan kekuatan kekuasaan. Dengan ilmu amal menjadi legal. Dengan finansial amal menjadi maksimal dan dengan kekuasaan amal menjadi kuat.
Generasi Islam harus bermodal iman dan tiga kekuatan ilmu, finansial dan kekuasaan. Dengan modal tersebut generasi islam bisa menjadi mercusuar peradaban.
Mengapa harus bermanfaat?
Rasul menyatakan, “Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain.”
Hidup ini sementara. Ada tempat kembali yang abadi. Sebagai musafir seorang mukmin harus memperbanyak bekal. Beramal dengan menyebarkan kebaikan kepada sebanyak-banyaknya orang tentu menjadi pilihan. Bukankah amal itu seperti jaringan dalam model bisnis MLM. Siapa yang mengajak kebaikan mendapat kebaikan. Siapa yang membuat kebaikan meraih kebaikan yang berlimpah.
Tidak ada pilihan bagi generasi islam selain Menjadi pribadi yang Bemanfaat bagi umat.