Definisi Motivasi

0
64

Kata motivasi merupakan kata serapan dari bahasa Inggris motivate yang memiliki dua arti 1. To cause somebody to act in particular way 2. To make somebody want to do something, especially that involves hard work and effort.[1] Dalam kamus bahasa Indonesia motivasi diartikan 1 dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu; 2 usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya;[2]

Menurut Wexley & Yukl (dalam As’ad, 1987) motivasi adalah pemberian atau penimbulan motif, dapat pula diartikan hal atau keadaan menjadi motif. Sedangkan menurut Mitchell (dalam Winardi, 2002) motivasi mewakili proses-proses psikologikal, yang menyebabkan timbulnya, diarahkannya, dan terjadinya persistensi kegiatan-kegiatan sukarela (volunter) yang diarahkan ke tujuan tertentu. Sedangkan menurut Gray (dalam Winardi, 2002) motivasi merupakan sejumlah proses, yang bersifat internal, atau eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap antusiasme dan persistensi, dalam hal melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu.[3]

Duncan, seorang ahli administrasi dalam bukunya Organizational Behaviour, mengemukakan bahwa di dalam konsep manajemen, motivasi berarti setiap usaha yang disadari untuk mempengaruhi perilaku seseorang agar meningkatkan kemampuannya secara maksimal untuk mencapai tujuan organisasi.[4]

Motivasi merupakan salah satu unsur penting dalam usaha mencetak calon pemimpin. Seberapa jauh kemampuan anda memotivasi orang lain, anda akan menuai rasa hormat dari mereka.[5] Oleh karena itu dalam sebuah organisasi, seorang pemimpin harus memiliki kemampuan memotivasi anggotanya agar bisa memaksimalkan kemampuan untuk mencapai tujuan bersama. Dengan modal kemampuan memotivasi bawahannya, pemimpin bisa menciptakan budaya kerja yang baik di lingkungan organisasi. Sebaliknya jika pemimpin tidak memiliki kemampuan dalam memotivasi bawahannya maka yang terjadi adalah kejumudan yang berakibat pada minimnya partisipasi bawahan dalam usaha mencapai tujuan organisasi.

Ada tiga komponen utama dalam motivasi yaitu (i) kebutuhan, (ii) dorongan, dan (iii) tujuan.[6] Keberadaan motivasi pada mulanya berdasarkan kebutuhan seseorang akan sesuatu. Kebutuhan akan sesuatu itu akhirnya mendorong dia untuk melakukkan kegiatanan. Dalam pelaksanaan kegiatan, tentunya akan selalu berorientasi pada tujuan. Sebagai contoh seorang siswa yang mendapatkan nilai 5 dalam palajaran bahasa Inggris merasa perlu meningkatkan nilai tersebut agar dinyatakan lulus pada mata pelajaran itu. Kemudian dia bertekad untuk belajar yang giat dengan banyak membaca, bertanya dan latihan. Setelah melewati proses belajar akhirnya pada semester genap siswa tersebut dapat mencapai angka 8 untuk pelajaran bahasa Inggris yang berarti dia lulus.

Kesenjangan antara kenyataan nilai 5 dan harapan lulus dalam mata pelajaran Bahasa Inggris merupakan kebutuhan yang ingin dipenuhi oleh siswa tersebut. Usaha dia dengan giat belajar merupakan dorongan yang timbul dalam diri untuk memenuhi kebutuhan. Dorongan merupakan factor yang sangat menentukan dalam pencapaian tujuan. Bahkan bisa dikatakan bahwa dorongan adalah kunci dari motivasi. Semakin kuat dorongan untuk memenuhi kebutuhan, maka akan semakin mudah kebutuhan itu terpenuhi. Hal ini berlaku sebaiknya, jika dorongan untuk memenuhi kebutuhan kurang kuat maka upaya untuk memenuhi kebutuhan akan tersendat yang berakibat pada sulitnya merealisasikan kebutuhan. Kesuksesan siswa itu dalam mata pelajaran bahasa Inggris merupakan tujuan, dan tujuan selalu menjadi tahapan pamungkas dari motivasi.

[1] Oxford Word Power Dictionary, hal. 472

[2] http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php

[3] http://www.duniapsikologi.com/pengertian-motivasi/

[4] Drs. M. Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, hal. 72.

[5] Prof. Abuddin Nata, Paradigma Manajemen Pendidikan Berbasis Prilaku dalam Perspektif Islam, hal. 16.

[6] Dr. Dimyati, Drs. Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, hal. 80.