lembaran lembaran cinta antara wanita dan tiang agama

0
24

antara wanita dan tiang agama

petang itu farid berkemas menyiapkan segala apa yang perlu ia bawa untuk menemui yanti. ia mengeluarkan motornya dari dalam kos-kosan. iapun pergi.

motornya melaju dengan cepat, jarum speedometernya mengarah keangka 100. ia berjalan lurus membelah gemerlapnya kota hujan pada petang hari. lampu-lampu berkelap-kelip mewarnai jalanan bejejer rapi di sepanjang ularan aspal yang ia lalui. lilin-lilin yang berada diatas restoran seafood melambai-lambai diterpa angin.

ia terus berjalan lurus hingga di penghujung jalan ia sampai di sebuah perempatan, lampu merah menyala, semua kendaraan terhenti, ia diapit oleh dua mobil angkot hijau. tak sengaja matanya mendarat di sebuah jam dinding yang menggantung diatas toko bangunan menunjukan pukul 18:58. kerusuhan mulai terjadi dalam sanubari laki-laki ini. ia mulai bingung mana yang harus ia pilih, apakah berhenti dulu untuk menunggu waktu shalat, atau melanjutkan perjalanan karena sudah di tunggu oleh yanti. hatinya mulai meluncurkan beberapa argument. ia berfikir sejenak, menimang-nimang keputusan mana lagi yang hendak ia ambil.

tiba-tiba saja handphonnya berbunyi dari dalam celananya. ada sebuah pesan, tangan kananya mengail benda itu, sebuah pesan dari yanti.

” rid, cepat sedikit, aku sudah mulai bosan menunggumu di sini. tolong cepetan yah….

ia baca dengan seksama, ia mulai bingung lagi, tak lama kemudian lampu hijau menyala. terdengar suara klakson bersahut-sahutan kesana kemari. akhirnya ia memutuskan untuk melanjutkan perjalanan, di lubuk hatinya yang terdalam, ia merasa sangat bersalah, lagi-lagi prinsipnya ini kalah oleh godaan kaum hawa, sudah menomor duakan shalat dan nasihat ihsan akhirnya kembali berdengung tepat di telinganya. ” jangan nomor duakan shalat, utamakan Allah”. kali ini ia merasa amat sedih,lagi-lagi air matanya hampir meleleh.

motornya berjalan cepat menyisir gemerlapnya panorama kota bogor dengan kumpulan lampu yang tersusun berjejer berderet-deret di sepanjang jalanan.

###

lima belas menit kemudian ia sampai di restoran jepang, ia parkirkan motornya disamping mobil fortuner hitam milik yanti, ia menerobos masuk kedalam.

banyak orang yang berlalu lalang didalamnya, ekor matanya kembali menyapu seisi ruangan itu, mencoba mencari-cari sesosok wanita yang menunggunya, mulai dari meja kanan sampai meja paling kiri dan meja depan kebelakang begitulah seterusnya. dan tepat di meja nomor dua puluh empat matanya menangkap seorang perempuan tengah melambai-lambaikan tangan memanggil-manggil dirinya. perempuan itu terlihat amat mempesona dengan parasnya yang amat cantik, kulit putih serta bibir merah yang merekah mampu menyihir kaum adam yang melihatnya. ia memakai baju putih ketat dengan switter mini yang menggantung serta celana pensil hitam ketat impor dari jerman semakin menambah daya pikat saja bagi kaum adam.

farid menghampiri perempuan itu, ia percepat langkahnya hingga hampir menabrak pelayan yang ada di depanya. yanti yang melihatnya tersenyum. kemudian farid duduk berpapasan di depan yanti, bau minyak wangi terhirup darikedua lubang hidungnya menegupkan jiwa, otaknya langsung merespon kalau minyak wangi yang yanti pakai berasal dari paris.

faris terdiam, yanti mencairkan suasana dengan sedikit senyuman, farid pun membalas senyumnya dengan sedikit malu-malu.

” rid, bagaimana kabarmu?

farid menjawab\” baik, kalau kamu?

” well everything is fine” jawabnya dengan bahasa inggris yang fasih.

farid tersenyum.  yan, sebelumnya maaf, ada urusan apayah kamu mengajaku kemari? tanya farid meruncing ke topik.

yanti terdiam sejenak, jari-jarinya memutar-mutar ujung rambutnya yang lurus hitam terurai. sambil mengaduk-aduk minumanya yang ia pesan. ekor matanya mendarat di kedua bola mata farid.

\” rid, jadi begini, tapi… sebelumnya aku minta maaf karena mengganggu waktumu sekaligus berterima kasih karena kamu mau membantuku.” jawab yanti dengan datar. yanti berhenti sejenak, meminum minumanya lalu kembali melanjutkan pembicaraan.

” jadi begini rid, kenapa aku meminta kamu datang kesini, sebenarnya yang ingin aku ajak kemari itu ihsan, tapi aku tahu karakter dia seperti apa, akhirnya aku memilih kamu saja untuk datang kesini, untuk membantuku. yanti berhenti kembali, mengatur tempat duduknya lalu keudian melanjutkanya lagi.

\” jadi begini permasalahanya, ayahku kemarin baru saja datang dari jerman, setelah mengikuti acara association bussinisment of asean, kebetulan tugas ayahku itu meneliti bagaimana sirkulasi keuangan kependidikan di jerman lalu kemudian ayahku berkunjung kesebuah universitas berkelas disana, kemudian setelah ayahku teliti, ternyata universitas itu bagus dan bisa memberikan prospek yang amat sangat menjanjikan bagi perkembangan dunia terutama di bidang ekonomi dan kependidikan,…

belum sempat yanti meneruskan pembicaraanya, farid memotong. \” lalu apa yang menjadi kendala?

jadi begini rid, ayahku menaruh segudang harapanya kepadaku, kamu tahu sendirikan kalau aku adalah anak semata wayang,. yanti meneguk minumanya lalu melanjutkan pembicaraanya lagi ( bersambung)