kisah seorang guru honorer

0
32

sore itu aku tengah duduk di depan anak-anak kelas satu smp, mataku menyapu habis 40 wajah anak yang berbeda. aku duduk di atas kursi berwarna putih gading, siap memberikan materi.

” assalamualaikumwarahmatullahi wabarakaatuh”. ucapku memberikan salam kepada seluruh murid.

” waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh”.

” baik anak-anak, sekarang buka buku kalian, .

terdengar suara ter aaahhhhhh… dari seluruh santri, aku langsung bisa menebak kalau penyakit akut seluruh manusia sedang bergemelayut kepada diri mereka, akupun siap menyiapkan senjata diotaku. siap membunuh rasa malas dengan kata-kata.

” kenapa kalian? tanyaku.

“malas belajar pak guru”/

aku tersenyum, sudah bisa kutebak penyakitnya, akupun membenarkan posisi duduku.

” ekhm, baiklah aku tahu apa yang kalian rasa, kalian pasti sedang merasa malas> benar? cerocosku tanpa jeda.

kompak saja seluruh murid menjawab dengan keras. ” benaaaarrrrrrrr…

aku tersenyum. ” baiklah, kalian tahu apa itu malas? malas adalah kurangnya ghirroh atau kemauan, hilangnya keinginan untuk melakukan sebuah tindakan yang produktif. jelasku, aku berhenti sebentar lalu mellanjutkan pembicaraanku.

” sebuah pekerjaan itu bisa dikatakan produktif kalau mengandung empat hal ini, pertama bertambahnya ilmu kedua bertambahnya iman ketiga bertambahnya rekening kalau yang sudah kerja dan yang terakhir bertambahnya badan maksudnya bertambah sehat.

gelegak tawapun mulai berhamburan seketika dikelas itu. tiba-tiba salah satu dari murid itu mengacungkan tangan.

” pak guru, kalau semisalkan hanya ada satu hal saja yang terkandung di dalamnya bagaimana? tanyanya tanpa jeda.

” kalau semisalkan ada satu saja contohnya di pekerjaan itu hanya ada ilmu saja , atau hanya ada bertambahnya badan saja seperti olah raga, maka kejar. jawabku. nikmat allah yang sering kita lalaikan adalah nikmat sehat dan nikmat kesempatan, ketika ada kesempatan untuk belajar, kita malah malas, padahal bisa jadi jika kesempatan itu kta manfaatkan, kesempatan itulah yang bisa jadi akan merubah kehidupan dan masa depan kita secara drastis! jelasku.

seluruh mata santri berapi-api. tak ada yang berkedip, aku semakin bersemangat serasa ada obor yang mencoba membakar semangatku.

” orang yang pintar, tapi dia tidak pernah sungguh sungguh serta jika dia berkerja setengah-setengah, maka pada akhirnya ia juga akan mendapatkan hasil yang setengah pula. ( bersambung)