Welcome to Big Data Era

0
29

Tren Big Data yang sudah semakin populer saat ini merupakan tantangan sekaligus peluang yang harus segera dimanfaatkan Indonesia. Karena sebagai negara dengan populasi pengguna internet yang telah mencapai 83 juta orang pada tahun ini, Indonesia berada di peringkat keempat sebagai pengguna Facebook terbanyak (data Socialbakers, Maret 2014) serta peringkat ketiga dengan pengguna aktif Twitter terbanyak (data PeerReach, November 2013) dan media sosial lainnya. Mau tidak mau jumlah volume data yang ada di Indonesia kini terus meningkat. Bukan lagi dalam kurun waktu hari, minggu atau bulan, tapi dalam hitungan menit bahkan setiap detik. Dengan pengguna yang didominasi usia muda, media sosial menjadi alasan utama mereka terhubung ke internet. Namun apalah arti statistik di atas jika tidak ada tindakan untuk mendapatkan insight yang berguna dari Big Data tersebut.

Banyak sekali peluang yang bisa digali dari pemanfaatan Big Data di Indonesia. Beberapa contoh misalnya pengembangan teknologi IoT (Internet of Things) yang memerlukan data crawling dari Big Data yang bersumber dari media sosial berupa informasi lalu lintas, kecelakaan atau bencana alam, cuaca, lokasi rumah sakit dan sebagainya. Big Data juga dapat memberikan informasi bagi perusahaan dalam pengembangan bisnis yang inovatif untuk melakukan analisa pasar, meningkatkan penjualan dan relasi dengan pelanggan. Selain berbagai peluang tersebut, Big Data juga merupakan tantangan bagi Indonesia yang perlu untuk dikembangkan lagi menjadi suatu insight yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat luas. Salah satunya adalah untuk penentuan kebijakan solutif dalam pemerintahan di Indonesia.

Kesulitan Pemerintah Indonesia dalam mengelola Negara kepulauan dengan penduduk sekitar 260 juta jiwa telah menjadi permasalahan yang hingga saat ini masih menghambat pemerataan kesejahteraan masyarakatnya. Namun kita bisa mengatasinya dengan melakukan pemanfaatan dan pengolahan Big Data di Indonesia melalui traffic media sosial yang terus berkembang pengguna dan penggunaannya. Saat ini kebanyakan orang tidak lagi menggunakan media sosial sebagai media online persona saja tetapi juga untuk mendengar (trending topic, conversation, hashtag), branding, serta berbagi berbagai berita dan informasi sosial, pendidikan, ekonomi, politik dan budaya. Perkembangan ini dapat dimanfaatkan dengan meng-crawling beragam data tersebut untuk diolah dan dianalisa sehingga menjadi insight baru yang mampu melahirkan keputusan dan kebijakan strategis dalam menghadapi berbagai persoalan yang ada di Indonesia. Sebagaimana Amerika Serikat telah mengembangkan Big Data Research Developmnet Initiative dengan proyek yang terdiri dari 84 Big Data di enam kementerian untuk menanggulangi masalah pertumbuhan ekonomi dan pengangguran di negaranya.

Menurut Benni Adham, chief software architect i-811, pengelolaan Big Data berbasis media sosial dapat dilakukan menggunakan perangkat analisis Big Data baik buatan lokal atau internasional dengan menambahkan pengembangan NLP (Natural Language Processing) untuk mengolah percakapan digital Bahasa Indonesia. Karena umumnya Big Data memiliki karakterisrik yang sama, yaitu Volume (ukuran data), Velocity (kecepatan data), Variety (variasi data), dan Veracity (ketidak-menentu-an data).

Pemanfaatan Big Data berbasis media sosial juga dapat menjadi tren baru pemerintah dalam melakukan e-blusukan sebagai langkah dasar pengambilan  kebijakan yang lebih efektif dan efisien. Mencakup berbagai persoalan yang dihadapi bangsa saat ini serta solusinya. Misalnya untuk pembangunan infrastruktur, ekonomi, kesejahteraan sosial, peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta pembangunan strategis pariwisata Indonesia dalam meningkatkan devisa. Selanjutnya analisis Big Data juga dapat dilakukan dengan bukan hanya berbasis sosial media tetapi juga bersumber dari data lain seperti jaringan telekomunikasi, e-government, e-KTP dan lain-lain namun dengan indikator pencapaian yang juga dapat dianalisa dari kepuasan masyarakat melalui media sosial.

Tantangan dan peluang dari pemanfaatan Big Data ini tentu bukan hanya tugas pemerintah semata. Namun kita sebagai penggerak Teknologi Informasi juga perlu belajar dan mengembangkan teknologi terutama yang berkaitan untuk pengelolaan Big Data. Seperti yang dipaparkan oleh Beno Pradekso (CEO Solusi247), bahwa berbagai komponen bangsa, termasuk akademisi, industri, aparat pemerintah, dan para penggiat Big Data dapat bersinergi dan bekerjasama dalam penguasaan teknologi untuk kepentingan Indonesia.

 

Sumber:

“Meneropong Politik dengan Social Media Analytics”, Artikel, diakses dari http://www.infokomputer.com/tag/data-mining/ tanggal 18 November 2014 pukul 20.34 WIB

Mochamad Ade Maulidin, “Menerawang  Lewat Big Data”, Artikel Berita, diakses dari http://koran-jakarta.com/?20925-menerawang%20lewat%20%E2%80%9Cbig%20data%E2%80%9  tanggal 20 November 2014 pukul 11.55 WIB

 “Menggali Potensi Big Data dari sektor publik”, Artikel, diakses dari http://www.infokomputer.com/2014/11/fitur/menggali-potensi-big-data-di-sektor-publik/ tanggal 20 November 2014 pukul 12.43 WIB