Republika dan satu mimpi saya

0
28

Setiap orang pasti punya mimpi. Harapan yang tersimpan dan terus disemai. Diperlakukan bak tunas muda. Setiap saat diperhatiakan..disirami, ditaburi pupuk dan dibersihkan dari hama.
Semua dilakukan agar tunas tumbuh dan berbuah.
Saya termasuk bagian itu. Pemimpi yang terus terjaga. Merawat mimpi sampai tak nyenyak tidur. Saking gilanya terobsesi oleh mimpi, saya berani proklamasi.
“Saya harus menulis satu buku sebelum mati..jika saya mati, dan buku tak kunjung terbit, saya akan bangkit lagi”
Proklamasi itu saya kumandangkan di ruang kelas. Di hadapan murid-murid yang sedang belajar sejarah. Mungkin ada yang berkata ‘pak guru kok proklamasi nukis buku di kelas sejarah, apa kaitannya?’
Dengan tegas saya jawab
‘Tanpa buku, sejarah menjadi mainan para pembual. Buku yang mengangkat harkat martabat sejarah ke ranah intelektual. Saya ingin mengukir sejarah. Maka saya tulis buku.’
Mimpi itu terus bersemayam. Hari bergulir semenjak proklamasi saya lalui dengan terus menulis. Bahkan saya ikuti pelatihan menulis. Meskipun harus berkorban waktu, tenaga dan tentu saja dana. Mimpi ituu harus jadi.
Tidak boleh tidak. Karena akan meneror banyak orang. Bayangkan saja..kalau saya jadi setan gentayangan..kelayaban ke setiap sudut.. berteriak dibarengi cekikikan panjang.. ‘mana bukuku…mana…’
Alhamdulillah itu tidak terjadi. Tahun 2011, pas di ujung bulan seberkas cahaya tiba. Republika penerbit berkenan menerima naskah saya. Tulisan berupa kisah inspiratif yang saya susun lebih 2 tahun menemukan pelabuhan. Buku Jemput Surgamu pun beredar di pasaran. Pertama dalam hidup saya merasa diayun awan. Saat bedah buku di islamic book fair bandung, berduyun orang minta tanda tangan. Bahkan beberapa minta photo bersama. Serasa jadi ngartis.he..
Republika penerbit telah menjadi wasilah terwujudnya mimpi salah satu anak negri. Semoga Republika penerbit bisa mewujudkan mimpi banyak anak negri. Mereka moyoritas yang kehilangan pedoman. Mimpi mendapat siraman ilmu agama dari media yang berintegritas.
Di saat umat islam sebagai mayoritas di negri ini dahaga ilmu agama. Mereka butuh telaga berupa buku-buku islam berkualitas. Republika penerbit bisa menjadi jawaban.
Selamat ulang tahun republika penerbit. Semoga tambah menginspirasi umat. Menjadi bagian dari perubahan.