Kisah Istimewa Anak Gembala

0
35

Khalifah kedua, Umar bin Khattab paling suka berkeliling melihat keadaan rakyatnya. Suatu hari beliau berjalan dari Madinah menuju Makkah. Di tengah perjalanan khalifah bertemu dengan seorang anak gembala yang sedang mengembalakan kambing milik tuannya.

Gembala tersebut tidak ditemani siapapun. Dia sendiri di tengah padang yang jauh dari keramaian penduduk. Melihat si gembala, Umar ra. mendekat.

“Juallah satu ekor anak kambil kepadaku”

Khalifah berusaha menguji si gembala.

“Kambing-kambing ini bukan milikku, aku tidak berhak menjualnya”

jawab si anak gembala dengan tegas.

“Satu saja anak kambing, tuanmu tidak akan tahu. kamu bisa mengatakan kepada tuanmu, satu ekor anak kambing telah dimakan srigala”

Umar terus membujuk si gembala agar menjual seekor kambingnya.

“Tuanku mungkin tidak akan tahu, tapi Allah pasti tahu”

Mendengar jawaban si anak gembala, khalifah Umar bercucuran air mata. Beliau sangat terharu dengan keamanahan si anak gembala. Meskipun dia tidak dipantau oleh tuannya, meskipun dia membawa kambing-kambing jauh dari pandangan mata orang, meskipun jika satu ekor anak kambing dijual tidak akan ketahuan. Dia tetap memegang amanah. Karena amanah yang dia dapat bukan sekedar berkaitan dengan tuannya. Dia memahami sepenuhnya bahwa segala amanah pada hakikatnya berasal dari Sang Pencipta Yang Maha Tahu. Tuhan tidak pernah tidur, Dia tahu apa yang kita perbuat.