Kado dari MAN 4 Jkt

0
21

Kemarin tim santrinulis diundang ke MAN 4 jakarta. Agenda pelatihan menulis bagi siswa..sebagai madrasah negri model, man 4 diminta kemenag menjadi pioner literasi sekolah.
Mereka punya program SaSi SaBu, satu siswa satu buku. Untuk mewujudkanya pihak madrasah mengadakan pelatihan menulis berkelanjutan. Kebetulan santrinulis punya program KMI, kelas menulis intensif. Maka klop sudah.
Ada hal yang sangat menarik perhatian saya. Sambutan dari kepala madrasah. Beliau cerita tentang seorang guru inspiratif. Menjadi pns di usia 40thn. Kariernya langsung melejit. Dipilih sebagai guru teladan provinsi. Diangkat jadi kepala madrasah. Dan puncaknya dikontrak pemerintah singapura. Menjadi kepala sekolah di negri singa tersebut. Saat itu usianya sudah lebih setengah abad.
Kenapa si ibu telat berkarir?
Usia 40 tahun baru mulai.
Dia memilih untuk jadi ibu rumah tangga. Guru bagi anak2nya sekaligus pelayan bagi suaminya.. selama itu, si ibu tidak mau tertinggal ilmu. Beliau selalu sempatkan waktu baca buku. Setiap bulan 3 buku dilahap habis. Demikian terus sampai anak2nya tumbuh besar.
Saat anak2nya sudah mandiri, si ibu mulai meniti karier sebagai guru. Tentu bukan guru biasa. Guru yang sudah lama mempersiapkan diri untuk berbagi ilmu. Ratusan buku yang dibaca dulu menjadi senjata di ruang kelas. Dalam waktu singkat ibu guru mendapat apresiasi dari murid. Sekolah pun melihat potensinya. Dan segalanya berjalan cepat. Jadi guru teladan, kepala madrasah terbaik dan dikontrak pemerintah singapura.
Bacalah…baca…
Kenapa Allah perintahkan baca saat permulaan diturunkan Al-Qur’an?
Karena sepanjang hidup kita punya banyak waktu luang. Waktu yang sangat berharga untuk meningkatkan wawasan diri.. maka bacalah..dengan membaca akan datang ilmu baru..ilmu yang menerangi hidup..ilmu yang mengangkat pemiliknya ke level lebih tinggi.
Selamat membaca..