Jejak Napoleon di Rusia

    0
    550

    Siapa yang tidak kenal Napoleon Bonaparte? tokoh satu ini menghiasi lembar buku sejarah yang dipelajari di sekolah. bahkan namanya sering didengungkan di banyak mimbar dan podium. satu ungkapan legendaris darinya saya tulis dalam buku waktu sekolah dulu. sebagai penyemangat hidup “nothing easy but nothing impossible”

    kalimat itu menggambarkan karakter Napoleon. Singa eropa yang aumannya sampai ke hindia belanda. bagi dia hidup ini tidak mudah, tadi tidak ada kata mustahil untuk menaklukannya. Berkat kebulatan tekad, Napoleon berhasil mengerek bendera Prancis ke langit tertinggi di eropa dan dunia.

    Tahun 1812 Napoleon menyerang Rusia. Demi menjaga otoritasnya di Polandia. Selain itu Rusia juga sedang main mata dengan big enemy prancis, britania raya. Maka sang kaisar mempersiapkan pasukan besar. Le Grande Armee sebanyak 680.000 menyeberangi  sungai Neman di eropa timur menuju rusia. Perang besar tak terelakan. Tsar Alexander, penguasa rusia tidak mau menyerah. 488.000 tentara merah disiapkan menghadang invansi prancis. 7 september 1812 terjadi perang besar di Borodino, 70 mil sebelah barat Moscow. Pasukan Napoleon berhasil mengalahkan tentara rusia. Kemenangan yang membuat sang kaisar bersemangat menyerbu Moscow. Saat tiba di ibukota rusia, pasukan prancis mendapatkan tanah kosong yang membara. Moscow sudah dibumi hanguskan. Tentara merah menepi ke puncak2 gunung. Membiarkan le grande armee berpesta. Saat itu musim dingin baru akan tiba. Dan maut berselimut es perlahan datang menghancurkan pasukan Napoleon.

    Charles Etienne Gudin, jenderal kesayangan Napoleon Bonaparte menjadi korban. Sang penakluk eropa pun mengurai air mata. Dia tinggalkan jasad sahabat tercintanya di tanah beku rusia.

    Perang rusia menjadi titik balik kisah sang penakluk eropa.

    Tinggalkan Komentar