Pondok tertua di sumatera

0
42
Photo Pesantren Ummul Quro Jaman Dulu

 

Pondok pesantren Musthofawiyah merupakan pesantren tertua di pulau Sumatra, yang terltak di kawasan jalan lintas medan-padang kabupaten mandaling natal, di desa purba baru, lembah sorik merapi sumatera utara, indonesia. Dan pada awalnya pesantren ini didirikan di tanobato, kabupaten mendaling natal. Karena mendaling di landa banjir bandang pada tahun 1915 , maka pondok pesantren musthafawiyah di pindahkan ke desa purba baru hingga kini oleh pendiri. Dengan usianya yang tua yaitu sekitar sau abad, pesantren ini mampu mencetak para ulama besar dari berbagai daerah.

Awal mulanya berdiri pesantren Musthafawiyah, pada tanggal 12 november 1912. Atau lebih di kenal dengan pesantren purba baru, dengan pendiri syeikh mustofa bin husaein bin umar nasution almandaly. Beliau pendiri sekaligus pengasuh pertama yang dulunya pernah belajar  ilmu agama di mekah selama 13 tahun. Dan beliau meninggal pada November 1955. Dan setelah wafatnya pendiri pertama, di gantikan oleh putra tertuanya, yaitu kh. Abdullah musthofa.

Pada tahun 1960 ponps ini mulai berkembang seiring berkembangnya pembangunan semipermanen. Selain itu subangan dari para wali santri sekeping papan dan selembar uang untuk melanjukan pembangunan pada tahun 1962 dan di tambah dengan tabungan H Abdullah musthafa nasution. Dan juga bangunan belajar ini di resmikan oleh jendral purnawinaran Abdul Haris Nasution dan seluruh santri di latih untuk hidup mandiri, terlebih lagi dengan santri putra yang ikut membangun pondok tempat tinggal mereka. Di desa Purbabaru ini terdapat banyak pesantren yang telah berdiri, dan menjadi pemandangan yang unik di jalan lintas sumatera. Dan masa belajar di ponpes inipun selama 7 tahun.

Alumni pondok pesantren mustofawiyah, berasal dari berbagai daerah di nusantara, mulai dari aceh, sumu, sumbar, sumsel, Maluku dll. dan setelah itu pula banyak yang melanjutkan studi nya ke suriah, mesir, mekkah dll.

Cara pengasuhan di podok pesantren musthofawiyah, yaitu dengan menempatkan para santrinya di gubuk-gubuk kecil, yang di tata secara sederhana dan juga menjaddi tempat untuk berlatih maupun menuntut ilmu agama islam di dalamnya. Salah satu cirri yang menjadi khas dari pesantren ini adalah dengan adanya bangunan yang didiami para santri berukuran 3m x 3m, yang terlihat di kanan kiri jalan lintas sumatera. Maka dari itu, dengan adanya istem gubuk tradisional, kesatuan komunitas berjalan. 

dengan system kompleks yang membentuk system social tersendiri dan system kepemimpinan santri. Dengan demikian gubuk yang mereka temmpati pula terbagi lagi menjadi beberapa kelompok, atau yang bisa di sebut dengan banjar atau kompleks, yang dipimpin oleh seorang ketua atau para stafnya, yang sudah di lengkapi dengan program kerja tahunan, baik yang berupa program penunjang aktifitas keorganisasian, pendidikan formal, atau ekstrakulikuler yang lainnya., selain dengan tujuan agar terbentuk pengembangan kepribadian juga karakter kemampuan bersosialisasi dalam hidup bermasyarakat.

System pendidikan menurut jenjangnya, juga berbeda yaitu tingkat tajhijiyah selama 3 tahun, kemudian tingkat ibtidaiyah selama 4 tahun, lalu tingkat tsanawiyah juga 3 tahun, dan terakhir tingkat aliyah selama 2 tahun. Mata pelajaran yang diajarkanpun beragam, mulai dari eksak atau non eksak. Namun sejak tahun ajaran 1985-1986, maple yang diajarkan adalah 80% pelajaran agama atau pondok dan 20% pelajaran umum.

Dan pemimpin ponpes musthafawiyah yang pertama adalah Syeikh Musthafa Husein Al-mandali (1912-1955) setelah itu di gantikan puteranya yaiu Syeikh Abdullah bin Musthafa bin husein Al-mandali, dan kini H.bakri bin Abdullah bin Musthafa bin Husein bin Umar Nasution.

Tinggalkan Komentar