Arsip Bulanan: Mei 2018

Cinta itu Duka (bag 29)

Surya tersenyum geli. Bukan karena apa yang dikatakan kakeknya lucu, tapi bagian dalam gusinya terlihat merah ditinggal gigi yang lama pergi. Mirip gusi surya...

Cinta itu Duka (bag 28)

Kegantengan Pak Surya tidak kalah popular dengan kehebatannya melatih pramuka. Banyak ibu-ibu muda menyekolahkan anaknya ke SDN Gunung Mas karena faktor guru ganteng. Mereka...

Cinta itu Duka (bag 27)

Anak-anak perempuan siswa taman kanak-kanak dan kelas 1 Sekolah Dasar membuat kelompok tari. Lagu pop barat mengiringi lenggak lenggok anak-anak yang belum lama di...

Cinta itu Duka (bag 26)

Sekali Berarti Sudah itu mati   Panggung gembiran 17 Agustus sukses digelar. Semua pihak merasa senang. Pak Lurah sebagai orang nomor satu di desa tidak pelit...

Cinta itu Duka (bag 25)

Di atas panggung, pembawa acara yang tidka lain adalah Pak Beri memberi apresiasi kepada penampil yang baru saja manggung. “Seni dan budaya merupakan identitas...

Cinta itu Duka (bag 24)

Uji terbang dengan pesawat sejenis saja tidak cukup. Kedua test pilot pun langsung menguji N250. Pesawat N250 diuji kestabilannya melalui serangkaian tes high speed...

Cinta itu Duka (bag 23)

Peluh bukan hanya mengaliri tubuh Prof Habibie dan para insinyur Industri Pesawat Terbang Nusantara, juga masyarakat yang menghadiri uji coba penerbangan. Sebelumnya TIME, majalah...

Cinta itu Duka (bag 22)

Di belakang panggung, seorang anak laki-laki sedang mengulang puisi. Sebentar lagi dia mentas. Membawakan karya pujangga 45 yang berjudul Diponegoro. Anak itu menghela nafas...

Cinta itu Duka (bag 21)

Kiyai Shomad keras terhadap dirinya, tapi beliau toleran kepada orang lain. Selama kegiatan tersebut bermanfaat bagi masyarakat beliau tidak melarang. Panggung gembira merayakan kemerdekaan...

Perihal Kau

1 Kau Sajak-sajak bait puisiku Kata-kata ku yang bermakna Kata penuh cerita Yang mampu kisimpan dalam raga   Kau Sejuta cerita yang takan pernah usang Setiap sajakpenuh cerita Dalam Doa terdapat kata Kau   Tidak ada...

Cerita yang Telah Usang

    Siapakah Kamu? Datang lalu menacapkan belati di hati Siapa kamu? Muncul lalu pergi memberikan kerinduan di hati Siapa kamu? Beraninya datang padaku membawa semu *** Teka-Teki Yang Tak Pernah Ter-Ungkap             Ku...

Cinta itu Duka (bag 20)

Hanya ada dua orang yang tidak nampak di tengah kerumunan. Baik di depan panggung, di belakang atau duduk di beranda kantor desa sebagai tamu...

Cinta itu Duka (bag 19)

Kesalahan memadukan atasan dan bawahan bisa menjadi bahan gunjingan. Bukan hanya gaya, harga pun menjadi bahan obrolan. Ibu-ibu usil pandai menerka berapa harga baju...

Cinta itu Duka (bag 18)

Ratusan orang berkerumun di hadapan sebuah panggung dari papan. Ornamen serba merah putih menutupi panggung. Di tengah backgroundnya nampak gambar seorang pejuang sedang memegang...

MOST POPULAR