Belajar dari kekalahan Barcelona

0
329

Fans barcelona harus menerima kenyataan pahit bahwa ” comeback itu lebih menyakitkan dari pada patah hati”. Fakta bahwa barcelona itu telah memimpin 3-1 di Leg pertama itu tidak terbantahkan dan itu menjadi modal yg kuat untuk berlanjut ke babak selanjutnya di Champion, tapi kejadian tadi malam rasa2nya seperti mimpi disiang bolong, bagaimana mungkin barca yang sudah diatas angin bisa tersingkir dari Champion, secara diatas kertas mayoritas pengamat sepak bola dunia lebih mengunggulkan barcelona untuk Kans maju ke babak selanjutnya, bahkan fans dari Roma pun sudah putus harapan melihat kenyataan leg pertama.
Seorang orang pengamat sepak bola terkemuka dunia mengatakan bahwa bola itu bulat semua hal bisa terjadi dalam sepak bola, tapi ingatlah bahwa yang bulat bukan hanya bola, bumi yang kita pijak dan kita hidup diatasnya juga bulat, segala sesuatu bisa terjadi pada anda, anda yang saat ini sedang dipuncak kesuksesan harus tetap waspada dan jangan merasa nyaman, anda yang saat ini sedang memimpin perusahaan, anda yang saat ini merasa dunia anda baik-baik saja, anda yang saat ini merasa hidup anda dikelilingi kebaikan-kebaikan sadarlah bahwa kepahitan yang dirasakan barcelona tadi malam juga bisa terjadi pada kita dengan tiba-tiba tanpa kita prediksi ketika kita merasakan bahwa kita sudah nyaman dengan pencapaian dan kesuksesan kita, setiap kita memiliki kadar nyamannya masing-masing, jadi tetaplah waspada, dan pastikan ketika kita merasa bahwa hidup kita nyaman segera keluarlah dari zona nyaman itu.
Mengomentari pernyataan Prabowo yang mengutip Novel berjudul ‘Ghost Fleet’ (2015) karya P. W. Singer dan August Cole. Ditulis oleh ahli intelegen startegis di Amerika, bahwa Indonesia akan bubar tahun 2030, saya kira kutipan Prabowo adalah sebuah warning agar bangsa tidak merasa nyaman dengan keadaan saat ini dimana ketimpangan dan keadilan yang tidak bisa ditegakkan, guru besar ilmu politik dari Universitas Pertahan Indonesia Said Salim mengatakan dalam sebuah wawancara pada televisi swasta “ Indonesia itu tidak ada ancaman dari luar, tetapi suatu bangsa kalau tidak selalu bersiap untuk ancaman yang belum ada pada waktu ini, itu justru akan mengundang ancaman, barang siapa mau damai dia harus selalu siap berperang”.
Jadi, teruslah bergerak karena dalam setiap pergerakan itu ada keberkahan, jangan merasa puas dengan pencapaian kita saat ini, ingat lah diatas langit ada langit, bagi sebuah klub besar seperti barcelona meremehkan dan merasa puas dengan pencapaian bisa menggagalkan tiket masuk ke babak selanjutnya, bagi sebuah bangsa yang besar seperti Indonesia jika terus merasa nyaman seperti keadaan sekarang bisa jadi prediksi 2030 bubar bisa lebih cepat dari itu, dan bagi kita sebagai individu yang memiliki tingkat dan kadar kenyamanannya masing-masing teruslah bergerak untuk sebuah level kesuksesan pada tangga selanjutnya jangan merasa nyaman dengan pencapaian, bagi individu muslim teruslah berbuat kebaikan dan tingkatkan amal-amalan karena tiket surga belum ditangan. Kemudian bagi saya pribadi seiring berakhirnnya tulisan ini maka saya bergerak menuju perpustakaan kampus untuk menyelesaikan tulisan, saya adalah fans barcelona berkeluh kesah dan meratapi kekalahan barcelona dan membuat hari ini menjadi gelap bukanlah solusi, mari kekalahan barcelona tadi malam kita jadikan cerminan untuk kita masing-masing.

Distrik 10, Kairo 11 April 2018.
Rizzaldy Satria Wiwaha
Kandidat Doktor Institute of Arab Research& Studies, Arab league University. Kairo

Tinggalkan Komentar