Supervisorku peraih Faisal Prize

0
210

Baru baru ini dunia akademik dihebohkan oleh berita seorang Profesor asal Indonesia yang memenangkan penghargaan King Faisal Internasional Prize ( Nobel Islam) tahun ini untuk kategori layanan terhadap Islam, ia adalah Prof. Irwandi Jaswir.

Profesor Irwandi dipilih atas kontribusi besarnya dalam ilmu makanan halal terhadap Islam dan kaum muslim sejagat.

Dia telah menerbitkan 120 artikel di jurnal ilmiah selain 30 hasil penelitian mengenai ilmu halal. Lelaki kelahiran Medan, Sumatera Utara, pada 1970 ini sudah menerima lebih dari 60 penghargaan atas sumbangannya terhadap ilmu makanan dan minuman halal.

Dia merupakan orang Indonesia pertama mendapat penghargaan King Faisal International Prize. Di samping mendapat medali emas seberat 200 gram, Irwandi juga akan dianugerahi uang US$ 200 ribu. (ini cukup untuk membeli satu ferari) … mantap Kan!!!.

Tidak kalah menghebohkan juga rupanya Supervisor saya di Kampus Institute of Arab Research& Studies, Liga Arab Kairo, Prof. DR. Mohamed Abdul Motalib merupakan peraih King Faisal International Prize ( Nobel Islam) tahun 2017 lalu, ia dinobatkatkan sebagai seorang Ahli Kritik Sastra modern terhebat sejagat Versi Nobel Islam. Selain penghargaan Faisal Prize Ia juga mendapatkan penghargaan dari French Government in 1997 in recognition of his literary and cultural contributions, Ain Shams Distinguished Research Award in 1986, Al Babtain Foundation Prize for Arabic Literary Criticism in 1991, Yamani Foundation Prize for Poetry Criticism in 1994, Ain Shams Appreciation Award in 2007 and the Writers Union Prize (Rajaa Al-Naggash) in 2009.

Sebagai mahasiswanya yang didik langsung oleh beliau tentunya saya sangat bangga dengan Prestasi serta penghargaan yang melekat padanya selalu supervisor karena itu semua menunjukan bahwa ia adalah Ahli dalam bidang yang digelutinya dan saya tentunya sangat bersyukur dapat belajar pada ahlinya.

Tapi disamping itu semua ada satu hal yang membuat saya terkagum, kesederhaan dan kebaikan hatinya. Banyaknya penghargaan tidak lantas membuat ia besar hati. Setiap saya bimbingan di rumahnya selalu dijamu dan beliau sendiri yang membawakan minuman atau makanan, ada yang bilang kalau kita sebagai mahasiswanya sudah di undang untuk bimbingan dirumahnya itu artinya pembimbing sudah sangat terbuka dengan kita, karena kebanyakan dan  kebiasaan pada umumnya pola bimbingan di timur tengah diadakan di kampus atau di kantor pembimbing itu sendiri.

kemudian yang menarik lagi di Usia yang sudah tidak muda lagi hampir 80 an ternyata beliau lebih memilih mengendarai mobilnya sendiri, Padahal secara ekonomi beliau sangat mampu memkerjakan supir apalagi tahun 2017 silam ia mendapatkan emas seberat 200 gram dan USD$ 200 ribu ( 2.7 Miliyar Rupiah) dari Faisal Prize,  kendaraan yang digunakannya pun kendaraan sangat biasa untuk seukuran beliau.

Prof Abdel Motalib tinggal di sebuah kota tua yang bangunannya berkesan indah dan artistik, hidup seorang diri ditemani buku-buku yang berserakan di meja-meja, istrinya sudah mendahului sementara putra putrinya sudah berkeluarga, kebiasaan di Mesir jika anak menikah maka anak tersebut sudah tidak boleh lagi hidup dengan orangtuanya, saya kira ini kebiasaan yang bagus juga untuk ditiru di negara kita agar anak cepat mandiri. Suatu ketika saya pernah diperintahkan untuk mengambilkan kaca mata yang terletak di kamar, saya melihat di kasur tempat tidurnya penuh sekali buku-buku yang bertumpuk berserakan sehingga saya dapat katakan bahwa hidup beliau ditemani oleh bulu-buku dan ilmu.

Dan hal yg sangat luarbiasa lagi untuk saya pribadi adalah beliau selalu membaca tulisan makalah saya dari huruf ke huruf sehingga ada kesalahan sedikit saja dalam penulisan pasti ketemu oleh beliau, yang menjadi pertanyaan saya dalam hati kok mau ya ia membaca makalah yang sangat sederhana untuk sekaliber beliau.

Rizzaldy Satria Wiwaha

Kandidat Doktor Bahasa dan Sastra Arab, Institute of Arab Research& Studies, Liga Arab Kairo.

Awardee 5000 Doktor Mora.

http://kingfaisalprize.org/professor-mohamed-abdalmotaleb-mostafa/

Tinggalkan Komentar