Musyawarah Ikapmi Mesir Putuskan Wakaf Literasi untuk IUQI Bogor

0
649
Kairo, Minggu (4/3) Ikapmi Mesir (Ikatan Alumni Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami Bogor) mengadakan musyawarah bersama dalam rangka sinkronisasi program dan penguatan tali persaudaraan di antara alumni di kediaman Ust. Rizzaldy Satria, Madinet Nasr, Kairo.
Ikapmi Mesir merupakan organisasi alumni Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami Bogor yang digerakkan oleh alumni yang sedang menimba ilmu di Universitas Al-Azhar, Mesir. Dalam forum silaturahim ini, Ikapmi Mesir membahas peran dan eksistensinya bagi pesantren dan kampus IUQI(Institut Ummul Quro Al-Islami) Bogor.
Karena pengabdian menjadi sebuah kepatutan bagi seorang santri kepada Kiyai dan pesantren.
“Para alumni yang sedang belajar di Universitas Al-Azhar, Mesir, memiliki peran yang sangat signifikan bagi Pesantren dan kampus IUQI Bogor” tutur Ust. Rizzaldy Satria, kandidat Doktor di Institute of Arab Research& Studies, Liga Arab. sekaligus Musyrif Ikapmi Mesir. Ia mengatakan bahwa pengabdian tidak harus berada di lingkungan pesantren, masih banyak ruang untuk mengabdi dan mengembangkan diri, salah satu contoh kita bisa memberikan sumbangsih dalam sarana peningkatan kualitas keilmuan dan minat Baca lewat Wakaf Literasi. Kita inisiasi gerakan wakaf literasi ini dari Mesir, mudah-mudahan dapat menggerakan teman-teman Alumni Uqi lainnya untuk sama-sama wakaf literasi dengan Buku dari daerahnya masing-masing, misalnya Turki, Yaman dll.
“Melihat dari perkembangan pesantren saat ini, sangatlah cocok kalau kita mengirim buku-buku berbahasa arab agar dapat meningkatkan kualitas membaca dan kemampuan memahami bahasa asing santri dan mahasiswa IUQI Bogor ” papar Ust. Salim Abdul Aziz, Ketua Ikapmi Mesir. Ia berharap, dengan program Wakaf Literasi ini, dapat dijadikan sebagai peningkatan wawasan dan referensi keilmuan bagi santri dan mahasiswa IUQI Bogor.
Menurutnya, kekayaan intelektual di Mesir tidak bisa dipungkiri, salah satu buktinya adalah Cairo Internasional Book Fair yang menjadi salah satu pusat pameran buku terbesar di dunia. Begitupun banyaknya ulama-ulama terkemuka yang terkenal dengan keluasan ilmunya. Seperti Imam Jalaludin As-Syuyuty, Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani, Imam Abdullah As-Syarqawy, Imam Ibrahim Al-Baijury, Syeikh Muhammad Abduh, Syeikh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi dan yang lainnya. Semua itu bagaikan lentera di kegelapan malam.
Sebanyak 76 judul buku dari berbagai macam variasi akan segara dikirim via cargo dari Mesir ke Indonesia. Menurut penanggung jawab jasa pengiriman, masa pengiriman dapat memakan waktu kurang lebih tiga bulan.
#ikapmimesir
#wakafliterasi
#dariikapmiuntukuqi

Tinggalkan Komentar