Islam, Kebudayaan dan Kebudayaan Islam

2 tahun yang lalu | dibaca sebanyak : 3605 kali

Islam sebagaimana Yahudi dan Kristen adalah agama samawi yang berasal langsung dari Sang Pencipta. Islam adalah agama ketundukan dan penyerahan diri kepada Allah Zat yang disembah. Penganut Islam disebut muslim yang berarti orang yang berserah diri. Hal ini tercermin dari Ayat ke lima surat Al-Fatihah,

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

'Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan'. (QS ; Al-Fatihah : 5)

Kehadiran Islam sebagai agama terakhir yang diturunkan Allah kepada manusia menjadi penghapus bagi agama-agama sebelumnya. Oleh karena itu tidak ada alasan bagi seluruh manusia di muka bumi untuk menganut agama selain Islam. Allah swt menegaskan hal ini dalam Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 19;

 إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ

'Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam'.

Al-Qur'an yang diwahyukan kepada nabi Muhammad saw sebagai pembawa risalah merupakan asas hukum Islam. Setiap muslim diwajibkan mempercayai dan mengimani kandungan Al-Qur'an sebagai hudan, atau petunjuk ke jalan yang lurus. Al-Qur'an bukan perkataan manusia, atau ciptaan nabi Muhammad saw sebagaimana dituduhkan oleh orang-orang kafir. Al-Qur'an adalah kalamullah. Nabi Muhammad saw yang ummi, tidak mampu membaca dan menulis sangat tidak mungkin menambah atau mengurangi kandungan Al-Qur'an berdasarkan keinginan sendiri.

Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berdasarkan kamus Bahasa Indonesia berarti: pikiran, akal budi dan adat istiadat. Kebudayaan sendiri berarti hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia, seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat. Beberapa ahli mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut:  Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Kebudayaan merupakan buah hasil pemikiran manusia yang tercermin dari sikap, sifat dan ciptaan. Setiap masyarakat memiliki kebudayaan masing-masing berdasarkan keperluaan dan kesesuaian dengan lingkungan hidup mereka. Sebagai contoh kecil dari produk kebudayaan orang Eropa cenderung menganggap minum alcohol adalah hal yang wajar karena tuntutan cuaca yang sangat ekstrim pada saat musim dingin. Orang Arab membungkus kepala mereka dengan kopyah yang digulung sorban karena teriknya matahari di sekitar padang pasir. Orang pesisir Jawa melakukan ritual sesajen yang dibuang ke laut karena mereka menggantungkan hidup dari hasil melaut.

Kebudayaan satu daerah belum tentu sesuai dengan daerah lainnya karena kebanyakan kebudayaan bersifat local. Orang Arab yang tinggal di gurun pasir tentunya tidak akan nyaman bila menggunakan pakaian 'you can see' yang sering digunakan orang Barat. Orang Barat yang hidup di tengah hiruk pikuk kota tentunya tidak akan setuju jika diberlakukan kegiatan 'siskamling' yang sudah menjadi budaya orang Indonesia di pedesaan. Penduduk di pedesaan Indonesia tentunya tidak akan bisa bertahan hidup dalam bingkai 'individualistis' yang sudah menjadi trade mark  bangsa Barat.

Apakah Islam kebudayaan? Sebagaimana telah di jelaskan bahwa kebudayaan adalah hasil pemikiran manusia yang tercermin dari sikap, sifat dan ciptaan, maka Islam bukanlah kebudayaan. Islam tidak diciptakan oleh Nabi Muhammad. Islam sama sekali bukan buah dari kebudayaan Arab. Islam adalah anugerah dari Allah swt kepada seluruh manusia di dunia. Islam dalam hal ini bersifat universal. Siapapun dan dimanapun tidak akan merasakan shock culture ketika mengadopsi Islam sebagai jalan hidupnya. Oleh karena itu pemeluk Islam tidak disebut sebagai Muhammadan sebagaimana pemeluk Kristen disebut Christian merujuk kepada Christus.

Bagaimana dengan Agama Budha yang disebar luaskan oleh Budha Gautama?. Merujuk kepada pandangan ahli antropologi sebagaimana yang diungkapkan oleh Drs. Heddy S. A. Putra, MA bahwa agama merupakan salah satu unsur kebudayaan, maka agama Budha dan semacamnya yang diciptakan oleh manusia merupakan bagian dari kebudayaan.

Kemudian apa yang dimaksud dengan kebudayaan Islam?. Kebudayaan Islam merupakan kebudayaan yang dihasilkan oleh orang-orang muslim yang berdasar kepada pedoman Islam yaitu Al-Qur'an dan Al-Hadith. Kebudayaan Islam berpegang teguh kepada sisi keimanan yang selalu berbanding lurus dengan sisi kemanusiaan. Kebudayaan Islam bukan hanya di Negara Arab yang notabene tempat penyebaran pertama, namum kebudayaan Islam terpencar ke seluruh dunia dimana ada pemeluk Islam di dalamnya.

Anggapan orang Barat bahwa kebudayaan Islam adalah kebudayaan Arab adalah sebuah kesalahan. Fakta berbicara bahwa tidak semua orang Arab adalah Muslim dari mulai masa kehidupan nabi Muhammad saw sampai sekarang. Kebudayaan Islam dimulai dengan pengesahan nabi Muhammad saw sebagai rasul yang bertugas menyampaikan risalah kepada seluruh umat manusia. Dan kebudayaan Islam berlangsung selama di dunia ini masih ada muslim yang hidup.

Kebudayaan Islam yang berasas Al-Qur'an dan Hadith dalam sejarahnya telah banyak meluruskan kebudayaan Arab yang masih dipengaruhi semangat pagan. Seperti halnya membunuh anak perempuan, memperbudak manusia, mengawini berpuluh-puluh istri, peperangan antar suku karena masalah sepele dan lain sebagainya.

Di Indonesia kebudayaan Islam merekontruksi budaya Jawa yang banyak dipengaruhi ajaran Hindu dan Budha. Wali Songo sebagai motor penggerak kebudayaan Islam di Jawa mengislamkan penduduk dengan pendekatan budaya. Sebagai contoh Sunan Bonang yang menggunakan gamelan sebagai media dakwah. Beliau banyak merubah syair Jawa yang identik dengan pemujaan Dewa, menjadi lagu-lagu bernuansa Islam seperti Tombo Ati. Sunan Kali Jaga menggunakan wayang kulit sebagai alat dakwah dengan merubah karakter para lakonnya. Bahkan Bapak dari para wali, Sunan Maulana Malik Ibrahim mengadopsi system pendidikan di kuil-kuil Budha untuk kemudian dijadikan system pendidikan berbasis pesantren.



Leave a Comment


Cara Nampilin Artikel santrinulis.com di Blog atau website pribadi

Read More »