FALSIFICATION TEST (UJI KEPALSUAN)

0
45

“dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-quran yang kami wahyukan kepada hamba kami (Muhammad),buatlah suatu surat saja semisal Al-Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”

Dalam tafsir Al-Maraghi pada bahasan surat Al-Baqarah ayat 23 dijelaskan bahwa manusia terbagi menjadi 3 kelompok: 1) Orang-orang yang taqwa dan menjadikan Al-Quran sebagai hidayah; 2) Orang-orang yang membangkang, keras kepala, dan tidak mau mendengar hujjah al-Quran dan dalilnya; 3) Kelompok muzabzab yakni kelompok kaum munafik.

Kemudian di dalam ayat ini juga Allah swt meminta kepada orang-orang yang meragukan al-quran yang diturunkan kepada nabi muhammad saw dengan menyuruh mereka membuat semisal dengan al-quran walaupun hanya surat yang terpendek jika benar anggapan mereka bahwa Al-Quran itu datang dari Muhammad,  maka tentu tidak sulit bagi mereka membuat yang semisal Al-Quran,karena mereka adalah ahli bidang balagah dan fasahah jika mereka (orang-orang non muslim) itu adalah orang-orang yang benar.

Falsification test atau tes kepalsuan adalah tes yang dilakukan untuk menguji sejauh mana teori atau gagasan yang diajukan seseorang itu berhasil (benar) atau gagal (salah). Lalu apa hubungan Al-Baqarah 23 dengan falsification test?

Kebanyakan dari orang-orang non-muslim yang beranggapan bahwa Al-Quran itu menyalin atau meniru dari kitab Injil. Oleh sebab Injil turun terlebih dahulu dari pada Al-Quran. Meski begitu argumen tersebut bisa dibantah dengan pertanyaan sederhana; bagaimana mungkin al-quran bisa meniru kitab injil yang turun di waktu yang sangat lama? Padahal jarak antara nabi Isa a.s (Yesus kristus) dan nabi Muhammad saw adalah 620 tahun jadi bagaimana bisa al-quran meniru kitab injil dalam jangka waktu yang begitu sangat lama, sangat aneh bukan! Itulah pemikiran dari orang-orang non muslim yang sangat membenci Al-Quran.

Injil terbagi 4 macam: Mathius, Markus, Lukas, Yohanes dan semua itu adalah karangan dari mereka yang dinamai dalam perjanjian lama dan Perjanjian Baru. Adapun perjanjian lama berisi tentang: Kitab-kitab sejarah, puisi dan Nubuat, dll. Sementara perjanjian baru: Historical Books, Surat-surat Paulus, Surat-surat non Paulus. bahkan ada juga yang berisi tentang pornografi, dan ada yang ditambahkan dan ada juga yang dikurangi.

Sementara al-Quran mengisahkan semua tentang penciptaan manusia, Nabi Adam, dan kisah Maryam dimana didalam kitab Injil itu tidak dijelaskan bahkan tidak diceritakan. Bahkan kalaupun ada pasti keduanya memiliki perbedaan yang sangat jelas. Itulah penjelasan dari Surat Al-Baqarah ayat 23 mengenai orang non muslim yang meragukan Al-Quran sehingga Allah swt menantang mereka membuat semisal Al-Quran sehingga tidak ada yang sanggup untuk membuat Al-quran dan juga penjelasan mengenai keterangan beberapa kitab Injil,

Dr. Zakir Naik, seorang dai internasional asal Mumbai, India mengatakan bahwa jika kamu membuat suatu teori, tunjukan kepada kami bahwa teorimu itu salah baru kami akan percaya. Beliau juga memberi contoh tentang uji kepalsuan terhadap al-quran. Mungkin orang bertanya-tanya apakah bisa al-quran di-ujipalsukan? Beliau menjawab bisa, dan itu sangat mudah. Karena ayat-ayat Al-Quran, di masa-masa awal turunnya, berbicara mengenai tentang masa lalu, masa sekarang, dan masa depan.

Sebagai contoh, surat Al-Lahab yang membicarakan tentang Abu Lahab dan istrinya. Dalam surat tersebut, bahkan di masa keduanya masih hidup, Allah swt sudah menjanjikan mereka akan masuk ke dalam neraka. Ayat ini turun sebelum 10 tahun kematian Abu Lahab. Beliau meninggal 10 tahun ketika  perang badar. Pada saat 10 tahun itu banyak sahabatnya yang masuk kedalam islam. Selama 10 tahun dia punya waktu. Rasulullah s.a.w. terus-menerus mengingatkannya selama 10 tahun “Kau masuk Islam, maka Qur’an akan terbukti salah.” Sangat mudah! Satu-satunya yang perlu dilakukannya adalah mengucapkan “Aku seorang Muslim.” Selesai! Maka al-quran terbukti salah.

Abu Lahab tidak perlu berperilaku seperti seorang muslim, tidak perlu shalat, satu-satunya yang perlu dilakukan adalah berkata “Aku seorang Muslim” maka hal itu akan membuktikan bahwa al-quran salah. Sangat mudah. Dia seringkali berbohong kepada Nabi Muhammad s.a.w. dia hanya perlu berbohong sekali lagi, dan Qur’an akan terbukti salah. Tapi dia tidak bisa, al-quran adalah milik Allah swt jadi dia tau bahwa Abu Lahab tidak akan pernah masuk islam.

Jadi kesimpulanya, Al-Quran adalah kitab Allah yang tidak ada keraguannya sedikit pun dan tidak ada campur tangan dari manusia. Berbeda dengan al-kitab yang sudah diubah-ubah isinya sehingga tidak ada satu orang non-muslim pun yang bisa menghafalnya diluar kepala. Berbeda dengan Al-Quran yang orang non-muslim bilang sulit dibacanya padahal anak kecil saja bisa membacanya dan bahkan ada yang mampu mengahfalnya  diluar kepala.

Maha benar Allah swt dengan segala firmanya. Semoga kita menjadi umat yang selalu dilindungi oleh Allah swt. Amin.

 

Daftar Bacaan

https://carm.org/languages/indonesian/kitab-kitab-perjanjian-baru

https://carm.org/languages/indonesian/kitab-kitab-perjanjian-lama

https://isyraq.wordpress.com/2011/05/10/menghitung-jarak-waktu-para-nabi/